Penjual Gorengan di Palangka Raya Bagikan Beasiswa
BORNEONEWS.CO.ID | 03/07/2021 16:27
Penjual Gorengan di Palangka Raya Bagikan Beasiswa
Ilustrasi pendidikan anak (pixabay.com)

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mengenyam pendidikan sembari berjualan adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan, begitupula sebaliknya. Kendati demikian hal ini tidak berlaku bagi Pintarsama Telaumbanua, seorang mahasiswa yang berprofesi sebagai penjual bakwan yang dikenal dermawan. Dia baru saja membagikan beasiswa pendidikan.

Pria kelahiran Nias yang berstatus "Pelajar Perantau" di Kota Palangka Raya ini dikenal sebagai seorang mahasiswa yang berprofesi sebagai penjual gorengan, tepatnya Bakwa A'Long. Memulai bisnis dengan modal seadanya tidaklah menjadi sebuah halangan dan rintangan bagi pemuda ini dalam mencapai kesuksesannya.

Hasil penjualan ini digunakannya untuk menghidupi dirinya di tanah rantau sekaligus digunakan untuk membiayai kebutuhan kuliahnya. Usaha demi usaha dilakukan Pintar untuk memenuhi kebutuhannya.

Dia tidak pernah malu terhadap pekerjaan yang dilakukan. Terlebih, melalu profesi jualan gorengan bakwan A'Long tersebut, Pintar mampu memberikan beasiswa kepada pegawainya. Salah satunya, beasiswa paket C dengan total jutaan rupiah yang diberikannya secara cuma-cuma.

"Saya melakukan ini tidak terlepas sebagai bakti saya, untuk melakukan kebaikan kepada lingkungan di sekitar saya," kata Pintar kepada Borneonews, Jumat, 2 Juli 2021.

Salah satu dari karyawan Pintar mengaku bahwa dia sangat bersyukur bisa diterima bekerja di Bakwan A'Long Palangka Raya, karena semenjak dia bekerja, dia bisa membantu meringankan beban orang tuanya dalam hal materi.

"Sekarang saya tidak perlu menunggu transferan dari orang tua. Dan sekarang dia bisa mentransfer uang kepada orang tuannya," kata salah seorang pegawianya, Subhan.

Meraih kesuksesan di usia muda mungkin menjadi impian banyak orang. Namun bagi Pintar impian itu kini telah diraihnya menjadi kenyataan. Bisnis gorengan Bakwan A'Long miliknya tumbuh cukup subur.

Saat diwawancarai kapasitasnya sebagai mahasiswa Magister Universitas Muhammadiyah Palangkaraya apakah membuat gengsi atau merasa rendah diri hanya sebatas menjual gorengan. Dengan tegas Pintar menerangkan bahwa kehidupan bukan perkara penilaian orang lain, tapi bagaimana mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.  

"Saya tidak malu, justru saya bangga karena dari jualan gorengan ini saya mampu membiayai kuliah bahkan dapat mengirimkan tambahan keuangan untuk kedua orang tua saya," jelas pria lulusan terbaik PLS FKIP UPR ini.

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT