Hasil Swab PCR RS Siloam Palangka Raya Dipertanyakan
BORNEONEWS.CO.ID | 18/07/2021 17:15
Hasil Swab PCR RS Siloam Palangka Raya Dipertanyakan
Ilustrasi PCR Test. Shutterstock

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rumah Sakit (RS) Siloam Palangka Raya mendapatkan somasi atas hasil Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) rumah sakit tersebut.
"Dari bukti hasil fisik yang diberikan (RS Siloam) kepada saya, saya positif, namun hasil yang dilaporkan ke pemerintah di aplikasi peduli lindungi saya negatif," tutur Winda Saragih kepada Borneonews, Sabtu sore, 16 Juli 2021.

Winda menceritakan, semua itu berawal dari pihaknya yang akan melakukan kunjungan lapangan ke dua lokasi di Kalteng. Saat itu pada 3 Juni 2021 ia berangkat dari Bali, dan sudah melakukan PCR dengan hasil negatif.

Kemudian pada tanggal 4 Juni dilakukan PCR ulang di Jakarta untuk kebutuhan berangkat ke Palangka Raya dan akhirnya pada 5 Juni melakukan penerbangan. Keesokan harinya Winda kembali PCR dengan hasil negatif.

Selesai melakukan aktivitas di lokasi pertama di Kalteng pada 8 Juni ia bersama rombongan kembali melakukan test PCR di RS Siloam. 

"Pada tanggal 9 Juni 2021 saya melakukan tes PCR Covid untuk syarat masuk menuju lokasi ke dua di RS Siloam Palangka Raya," tutur Winda.

Winda menjelaskan, pengambilan spesimen dilakukan langsung di RS Siloam Palangka Raya sekitar pada pukul 7 atau 8 pagi. Pihaknya mengambil paket PCR same day yang hasilnya keluar pada hari yang sama.

Kemudian diceritakan pada hari yang sama sekitar pukul 4 atau 5 sore waktu Palangka Raya menerima hasil Tes PCR Covid 19 dari pihak Rumah Sakit Siloam Palangka Raya dengan hasil positif, dengan CT 25.1 dan semua itu diinformasikan via pesan Whatsapp.

"Saya tidak percaya dengan hasil positif tersebut, karena saya dalam keadaan sangat sehat, saya juga sudah vaksin, dan tidak ada gejala dan interaksi dengan orang-orqng positif covid," tambahnya.

Setelah itu pada hari yang sama sekitar pukul 18.00 ia melakukan tes Swab Antigen Covid 19 di salah satu Laboratorium BUMN di kota Palangka Raya, dan 30 menit kemudian ia mendapatkan hasil negatif. 

"Dari hasil ini saya tentu mulai curiga dan bingung yang mana yang harus saya percaya," ucapnya.

Sehingga, untuk memastikan hasil antigen tersebut valid dan akurat, dan untuk mengetahui kondisi kesehatannya Winda kembali melakukan test PCR.

Test PCR tersebut dilakukan di Lab BUMN yang sebelumnya pada tanggal 11 Juni 2021, dan sekitar 8 Jam kemudian ia mendapatkan hasil negatif Covid 19 dengan CT  di atas 40. 

Kejanggalan muncul saat ia mendapatkan dan membaca informasi dari Database Balitbangkes Kementrian Kesehatan bahwa Hasil Tes PCR Covid 19 yang di lakukan di RS Siloam Palangka Raya dan di-input oleh RS tersebut pada 11 Juni 2021 adalah non reaktif atau negatif.

"Saya memiliki bukti hasil yang diinput ke aplikasi yang disediakan pemerintah, di aplikasi peduli lindungi," tuturnya.

Dari sana ia melihat ada dua informasi yang berbeda dari satu instansi, yakni bukti hasil fisik yang diberikan dengan hasil PCR positif, namun hasil yang dilaporkan ke pemerintah di aplikasi Peduli Lindungi dengan hasil negatif. 

Kemudian, Winda mencoba menghubungi pihak RS Siloam melalui telepon dan menanyakan hal tersebut namun belum ada informasi dan klarifikasi hingga hari ini.

"Mereka mencatat nomor dan nama saya, namun tidak ada penjelasan lebih lanjut. Yang membuat saya sangat terkejut adalah, pagi ini saya memeriksa kembali data saya di aplikasi peduli lindungi tersebut, namun data saya dihapus tanpa ada justifikasi dan klarifikasi," tuturnya.

Sementara itu, salah satu rekan Winda yang enggan menyebutkan namanya juga mengaku sudah menyampaikan surat teguran atau somasi terhadap RS Siloam terkait hal itu.

"Sudah ada saya kirim secara tertulis. Intinya ya tentang itu, kenapa hasilnya bisa berbeda dan kenapa bisa datanya hilang di aplikasi Peduli Lindungi," tuturnya.

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT