Kasus Dugaan Mal Swab PCR, RS Siloam Palangka Raya Dilaporkan ke YLKI
BORNEONEWS.CO.ID | 20/07/2021 20:28
Kasus Dugaan Mal Swab PCR, RS Siloam Palangka Raya Dilaporkan ke YLKI
Ilustrasi PCR Test. Shutterstock

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kasus perbedaan data hasil Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) Rumah Sakit (RS) Siloam Palangka Raya yang digugat warga kini dilaporkan ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Pelapor, Winda Saragih menyampaikan laporan tersebut sudah dikirimkannya ke YLKI. Ia juga mengaku sudah ada koordinasi dengan YLKI terkait keluhan yang dihadapinya.

"Pengaduan dan permintaan perlindungan konsumen sudah dilayangkan ke YLKI per hari ini pak," sebut Winda Saragih saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Senin 19 Juli 2021.

Winda menjelaskan inti dari surat yang disampaikan tersebut adalah pengaduan dan permohonan perlindungan hak konsumen atas jasa medik. Sesuai UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, khususnya pada poin hak konsumen atas informasi yang benar, jelas, dan jujur.

Ia mengatakan sejak dinyatakan positif oleh RS Siloam hingga hari ini dirinya masih sehat. Winda juga mengaku sudah 3 kali menjalani tes Covid-19 semuanya negatif Covid-19.

Sampai saat ini ia belum ada dihubungi atau dikonfirmasi pihak RS Siloam terkait masalah ini. Padahal sudah melaporkan perbedaan data ke RS Siloam melalui sambungan telepon.

"Mereka (RS Siloam) menyampaikan akan menghubungi saya kembali, namun sampai saat ini belum dihubungi," tuturnya.

Winda juga menegaskan jika memang tidak ada kejelasan ia akan mengirimkan surat teguran ke RS Siloam Palangka Raya.

Sementara itu saat ingin meminta konfirmasi lanjutan ke RS Siloam Palangka Raya, tim Borneonews tidak diperkenankan masuk, namun perwakilan dari Palangka Post (Grup Borneonews.co.id) diperbolehkan untuk konfirmasi ke Business Division Siloam Hospitals Palangka Raya, Christine Iswantho.

Dikutip dari Palangka Post, saat ditemui seusai pertemuan Chistine Iswanto tidak bisa berkata banyak. Chistine menyampaikan kasus ini sedang dalam penelusuran.

"Masih dalam penelusuran dan akan dikomunikasikan dengan semua pihak terkait. Jika sudah ada kesimpulan akan dikomunikasikan lebih lanjut," ungkap Palangka Post menyampaikan keterangan Christine. 

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT