Pembangunan Sejumlah Jalan Konsorsium di Arut Utara Tidak Selesai
BORNEONEWS.CO.ID | 21/07/2021 22:00
Pembangunan Sejumlah Jalan Konsorsium di Arut Utara Tidak Selesai
Pemdes Leran Akui Perbaiki Jalan Desa Secara Bertahap

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Insiden mobil ambulans yang terjebak lumpur di Kecamatan Arut Utara ternyata mengungkapkan adanya pembangunan jalan konsorsium di wilayah tersebut yang tidak selesai dikerjakan.

Pengerjaan jalan secara konsorsium yang dimulai tahun 2017 silam dengan rencana pembangunan timbunan latrit sepanjang 75 kilometer tersebut dibagi secara proporsional kepada 4 perusahaan sesuai luas dan lokasi.

Program konsorsium yang diperkirakan menelan anggaran Rp 37 miliar tersebut sudah melalui kesepakatan antara pemerintah daerah dan perusahaan yang bertujuan guna percepatan pembangunan infrastruktur di desa - desa. Dimulai dari Desa Sungai Dau sampai Kelurahan Pangkut dan dari Desa Panahan hingga simpang Desa Penyombaan.

Kepala Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Murni mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini masih meminta kepada pemerintah daerah terkait belum dipenuhinya kewajiban salah satu peserta konsorsium terhadap penyelesaian pembangunan jalan.

"Empat perusahaan besar yang menjadi peserta konsorsium tersebut adalah PT Astra, PT Korintiga Hutani, PT BGA, dan PT Ensbury Mining. Salah satunya belum memenuhi kewajibannya," kata Murni.

Murni mengatakan, bahwa untuk pembangunan jalan konsorsium dari batas Desa Penyombaan sampai titik akhirnya ada di batas Desa Sambi merupakan tanggung jawab PT Ensbury Mining.

Saat pelaksanaan kegiatan, PT Ensbury tidak melaksanakan pembangunan jalan sepenuhnya. Dan dari pembagian ruas jalan yang dibangun sepanjang 12 kilometer yang dilaksanakan hanya 3 kilometer, salah satunya ruas jalan dari Puskesmas Sambi menuju Desa Penyombaan.

Selain tidak memenuhi kewajibannya, ia menilai bahwa PT Ensbury dalam pengerjaan 3 kilometer ruas jalan tersebut asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang disepakati.

"Sudah tidak komitmen, pengerjaan untuk arah Desa Sambi sampai Desa Penyombaan belum dikerjakan sesuai spesifikasi yang ada, termasuk dari lebar 20 meter yang dilatrit cuma lebar 10 meter," ungkapnya.

Untuk itu demi kenyamanan masyarakat, beberapa titik jalan yang arah Desa Penyombaan sampai dengan ibukota kecamatan, pemerintah desa tetap bekerjasama dengan pemerintah daerah.

Ia juga mengungkapkan Camat Arut Utara, Amir Mahmud sudah menyampaikan kepada Bupati Kotawaringin Barat untuk mengambil alih konsorsium yang ditangani menjadi konsorsium kecamatan.

Murni berharap, persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah terkait dengan beberapa titik jalan tersebut yang memang perlu diperbaiki salah satunya dari Desa Sambi menuju ke Desa Penyombaan, Desa Sungai Dau, dan Desa Pandau.

borneonews.co.id