Kedapatan Palsukan PCR, Oknum Tenaga Medis Ditangkap di Bandara Tjilik Riwut
BORNEONEWS.CO.ID | 28/07/2021 11:02
Kedapatan Palsukan PCR, Oknum Tenaga Medis Ditangkap di Bandara Tjilik Riwut
Petugas saat menunjukkan hasil swab penumpang KRL Commuterline usai menjalani test polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Pemkot Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL Commuterline dengan menyiapkan 300 alat test PCR, tes secara massal tersebut dilakukan setelah tiga penumpang KRL dari bogor terdeteksi terpapar virus corona atau Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Palangka Raya, Ucup Supriadi mengatakan seseorang yang diduga memalsukan surat keterangan negatif polymerase chain reaction (PCR) ditangkap di Bandara Tjilik Riwut.

“Petugas kami menemukan, tapi sudah diselesaikan. Kita serahkan ke Avsec (petugas keamanan) dan setelah itu langsung ke kepolisian,” tutur Ucup, Selasa, 27 Juli 2021.

Ia menyampaikan walaupun sebenarnya KKP juga memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi dan efek jera, namun karena kekurangan SDM pihaknya melimpahkan kasus hukum untuk ditangani kepolisian.

Ucup mengatakan oknum yang ditangkap tersebut berprofesi juga sebagai tenaga medis. Sehingga kemungkinan nanti juga akan ada teguran profesi karena sudah menyalahi aturan.

Ia cukup menyesalkan adanya tenaga medis yang memberikan contoh buruk ke masyarakat. Hal ini juga dinilai sangat membahayakan, apalagi jika memang positiv Covid-19.

“Ini sangat merugikan semuanya. Bayangkan saja jika dia positif, berinteraksi kemana mana, ini sangat berbahaya,” kata dia.

Terkait kejadian ini, Ucup mengimbau masyarakat agar tidak memutarbalikan fakta dan data apalagi terkait surat keterangan negatif covid-19, mengingat potensi bahaya yang bisa ditimbulkan.

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT