BKSDA Pastikan Sungai Sepihan Bukan Habitat, Buaya Datang karena Undangan
BORNEONEWS.CO.ID | 24/08/2021 14:14
BKSDA Pastikan Sungai Sepihan Bukan Habitat, Buaya Datang karena Undangan
Komandan Jaga BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, saat memeriksa lokasi kemunculan buaya di Perairan Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, Selasa, 9 Februari 2021. Kredit: ANTARA/HO-BKSDA Pos Sampit

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memastikan bahwa Sungai Sepihan di Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan selama ini bukanmerupakan habitat asli buaya, seperti halnya di perairan Pulau Hanaut. 

"Bukan habitatnya. Ini buaya yang kehilangan habitat. Dia mencari makan dan masuk ke sungai kecil karena ada undangan datang," ujar Muriansyah, Minggu 22 Agustus 2021. 

Undangan yang dimaksud adalah penyebab buaya yang mendekati permukiman warga. "Penyebabnya ada pemeliharaan ternak tepi sungai, ayam, itik, kambing, sapi dan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai," jelasnya. 

Berdasarkan pemantauan BKSDA, buaya yang muncul di wilayah Mentaya Hilir Selatan, sering masuk ke anak Sungai Mentaya. Seperti Sungai Sepihan, Sungai Ijum, Sungai Handil Sohor, dan sungai lainnya. 

Warga yang berada di pinggiran Sungai Mentaya maupun anak-anak sungainya diharapkan berhati-hati saat beraktivitas, terutama saat malam dan subuh. 

 

BERITA TERKAIT