Beberapa Hal Ini Diyakini Menjadi Pemicu Banjir dalam Kota Sampit
BORNEONEWS.CO.ID | 08/09/2021 08:27
Beberapa Hal Ini Diyakini Menjadi Pemicu Banjir dalam Kota Sampit
Sejumlah Prajurit Korps Marinir TNI AL Pasmar 1 Jakarta menggunakan perahu karet di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu, 16 Januari 2021. Sebanyak 77 personil dari Prajurit Korps Marinir TNI AL Pasmar 1 Jakarta membawa 28 perahu karet serta perlengkapan lainnya melaksanakan misi kemanusian untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

BORNEONEWS, Sampit — Selain karena curah hujan yang tinggi dan berbarengan dengan pasangnya air Sungai Mentaya, penyebab banjir di dalam Kota Sampit, juga disinyalir terjadi karena buruknya aliran drainase. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kotawaringin Timur, Machmoer mengatakan, sejumlah saluran drainase utama di dalam Kita Sampit tak berfungsi secara maksimal. Sehingga genangan air memakan waktu lama untuk surut atau kering

"Salah satunya, sampah yang mengendap di saluran drainase, yang dibuang oleh oknum masyarakat," ucap Machmoer, Senin, 7 September 2021. 

Machmoer mencontohkan, seperti di ruas Jalan Jenderal Sudirman, kilometer 4, drainase kanan dan kiri jalan terpaksa harus dikeruk. Pihaknya pun menurunkan alat berat untuk membuka sumbatan-sumbatan itu. 

Selain sampah dan tumbuhan liar, di saluran drainase juga kerap dijumpai bangunan liar milik warga. Hal ini tentu menghambat aliran air untuk mengalir mengarah ke Sungai Mentaya. 

"Sesuai dengan arahan bupati kami harus antisipasi, apa yang bisa dilakukan, lakukan segera. Bupati ingin menjadikan Kota Sampit bebas banjir," pungkasnya. 

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT