Dari Januari Hingga Oktober, 260 Titik Api Terpantau di Barito Selatan
BORNEONEWS.CO.ID | 22/10/2021 14:00
Dari Januari Hingga Oktober, 260 Titik Api Terpantau di Barito Selatan
PONTIANAK – UPT BMKG wilayah Kalimantan Barat memprediksi curah hujan di wilayah Kalimantan Barat hingga 20 Juli 2018 mendatang diprakirakan berkisar antara 30 – 100 mm/dasarian dan lebih rendah dari normalnya. Kondisi akan berpotensi munculnya titik panas dan peningkatan suhu udara UPT BMKG Wilayah Kalimantan Barat mencatat, selama 10 tari terakhir arah angin dominan dari arah Tenggara […]

BORNEONEWS, Buntok - Dari Januari hingga Oktober 2021, sebanyak 260 hotspot atau titik api terpantau di Barito Selatan.

"Ada 260 hotspot tersebut terpantau di semua Kecamatan," kata Kasi Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Barsel, Asriwati, Jumat, 22 Oktober 2021.

Ia mengatakan, untuk menanggulangi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Bupati Barito Selatan, menetapkan status siaga darurat bencana karhutla.

Penetapan status siaga darurat bencana karhutla tersebut ditetapkan selama 90 hari dari 6 Mei hingga 4 Agustus 2021 yang lalu.

"Kita juga telah membentuk pos komando siaga darurat bencana karhutla dari sejumlah instansi terkait yang terdiri dari BPBD, Pemadam Kebakaran, TNI dan Polri," beber dia.

Kemudian lanjut dia, tim posko juga mengumpulkan data informasi daerah rawan karhutla dan melakukan penilaian bahaya serta menyusun kebijakan dan strategis siaga darurat karhutla.

"Tim posko juga melaksanakan patroli dan sosialisasi langsung kepada masyarakat yang akan membuka lahan dan melakukan pemadaman awal kebakaran hutan dan lahan sebelum api membesar," jelas dia.

Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya karhutla, pemkab Barsel telah memperpanjang status siaga darurat bencana karhutla sejak 5 Agustus hingga 2 November 2021 mendatang.

Pihaknya bersyukur, selama berdirinya posko ini lanjut dia, untuk wilayah kecamatan Dusun Selatan masih belum ada kejadian karhutla.

Pihaknya juga secara rutin melakukan patroli dalam setiap hari terutama di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadinya karhutla.

Termasuk, lanjut dia, melakukan pendataan wilayah yang lahannya telah dilakukan tebas tebang yang dilakukan masyarakat dan kita melakukan sosialisasi serta penyuluhan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

"Apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, tim yang piket pada posko melakukan pemadaman awal sampai api kebakaran benar-benar padam," ucap dia.

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT