Titik Panas Mulai Terdeteksi, BPBD Kotim Siaga Karhutla
BORNEONEWS.CO.ID | 25/10/2021 15:58
Titik Panas Mulai Terdeteksi, BPBD Kotim Siaga Karhutla
Warga dan personel Manggala Aqni melakukan pemadaman api yang membakar lahan gambut di Kelurahan Tinengi, Kecamatan Tinondo, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Rabu, 19 Agustus 2020. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) gambut terjadi di wilayah itu menghanguskan sekitar dua hektare lahan dan belum berhasil dipadamkan akibat cuaca panas dan angin kencang. ANTARA/ManggalaAqni

BORNEONEWS, Sampit – Titik panas atau hot spot yang diduga kebakaran lahan dan hutan terdeteksi kembali di Kotawaringin Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Ya, makanya posko siaga Karhutla kami aktifkan kembali," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Rihel, Senin, 25 Agustus 2021. 

Kemunculan titik panas di wilayah ini, pertanda potensi terjadinya karhutla mulai meningkat. Maka dari itu, pihaknya mulai menetapkan status siaga karhutla.

Kemunculan titik panas tidak merata di Kotim. Saat ini, berdasarkan pantauan satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan, titik panas terpantau 16 titik. Sebanyak 13 titik panas terdapat di Kecamatan Antang Kalang, 1 titik panas di Bukit Santuai, dan 2 titik panas di Kecamatan Teluk Sampit. 

"Kami belum ada mengecek ke lokasi, dan masih menunggu informasi selanjutnya," jelasnya.  Menurut Rihel, meski telah ditetapkan status siaga karhutla, untuk penetapan personel masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari pimpinan.

"Selain siaga karhutla, kami juga memberlakukan siaga banjir dan satgas percepatan penanganan Covid-19," tandasnya. 

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT