Jalan Penghubung Empat Desa di Aruta Rusak Parah
BORNEONEWS.CO.ID | 23/11/2021 11:07
Jalan Penghubung Empat Desa di Aruta Rusak Parah

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jalan penghubung antar empat desa di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kondisinya rusak parah. Masyarakat setempat berharap, jalan rusak yang sudah berlangsung beberapa tahun tersebut mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Status jalan yang merupakan jalan Pembangunan Prasaran Pendukung Desa Tertinggal (P3DT) atau lebih mudahnya disebut jalan negara tersebut, menghubungkan empat desa yakni Desa Penyombaan, Pandau, Sambi dan Sungai Dau.

Jalan tanah yang merupakan akses vital warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, kini kondisinya semakin rusak parah dan tak layak untuk dilalui, apa lagi saat ini memasuki musim penghujan.

"Jalan berlumpur dan susah dilalui. Bahkan hanya sepeda motor yang mampu melewatinya dan itupun perlu waktu dan kerja keras dengan didorong. Kalau apes, ada pengendara yang amblas dalam kubangan lumpur dengan kedalaman hingga 40 cm," kata warga setempat Ipan, saat dikonfirmasi pada Senin, 22 November 2021.

Menurutnya, kondisi jalan seperti itu sudah berlangsung cukup lama sekitar 4 tahun terakhir, dan selama itu juga minim perhatian dari pemerintah daerah. Selain minim perhatian pemerintah, pihak swasta atau perusahaan di sekitar desa juga kurang.

"Menang ada beberapa titik jalan rusak yang sudah ditimbun. Namun, pada saat turun hujan justru lebih parah dari sebelumnya karena timbunan menggunakan tanah liat," ungkapnya.

Hal yang sama jugadisampaikan oleh beberapa warga desa Sambi, mereka mengatakan banyak buah kelapa sawit yang busuk karena tidak bisa menjualnya karena akses jalan yang rusak seperti itu.

Warga sangat berharap kepada pemerintah daerah agar segera memperbaikinya. Sehingga masyarakat bisa menggunakannya dengan berbagai kepentingan.

Sementara itu, Camat Arut Utara Amir Machmud membenarkan kondisi rusaknya jalan penghubung di wilayah tersebut. Apalagi kalau musim penghujan seperti sekarang ini. Untuk itu, hingga saat ini pihaknya terus mengupayakan agar segera dilakukan perbaikan.

"Kami juga mengupayakan perbaikan dengan menggandeng pihak swasta. Sudah ada beberapa perusahaan memberikan bantuan di Desa Sungai Dau dan Sambi dengan masuknya listrik, dan kemudian akan kami upayakan bersama desa untuk menangani kerusakan jalan tersebut," pungkasnya. 

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT