Hanya 2 Jam Pengemis di Sampit Dapat Rp 1 Juta
BORNEONEWS.CO.ID | 31/01/2022 15:08
Hanya 2 Jam Pengemis di Sampit Dapat Rp 1 Juta
Ilustrasi pengemis. newsgram.com

BORNEONEWS, Sampit - Dalam beberapa hari terakhir ini Dinas Sosial bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan penertiban terhadap para pengamen, pengemis, dan juga peminta-minta di dalam Kota Sampit. 

Belasan orang mereka jaring dalam kegiatan tersebut. Salah satunya adalah keluarga pengemis yang berjumlah 8 orang, terdiri dari saudara dan sepupu. 

Dari hasil interogasi yang dilakukan oleh penyidik Satpol PP dan Dinsos, satu keluarga tersebut berpenghasilan Rp 1 juta dalam sehari. Dengan jam kerja hanya 2 jam saja. 

"Kami menangkap 1 keluarga, yang terdiri dari 8 orang. Rata-rata mereka ini hanya bekerja dari pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Hasil rata-rata Rp 1 juta," ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotim Marjuki, melalui Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah Sugeng Rianto, Senin, 30 Januari 2022. 

Rp 1 juta tersebut hanya dihasilkan oleh 5 orang anak di bawah umur yang dipekerjakan oleh sang ibu. Sedangkan 3 orang sepupu mereka juga rata-rata mendapatkan hasil yang sama. 

"Rata-rata 1 orang pengemis dapat Rp 200 ribu dalam 2 jam. Jika 5 orang maka jumlah yang didapat Rp 1 juta. Kalau dihitung 1 bulan, mereka bisa dapatkan Rp 30 juta," kata Sugeng.  

Dari hasil itu, keluarga tersebut bisa menyewa rumah dan memiliki mobil. Bahkan, motor yang digunakan mereka juga terbilang keluaran baru. 

Para pengemis tersebut juga sangat terorganisir, dan mereka memiliki peran masing-masing. Ibu dari mereka merupakan orang yang memetakan lokasi, sedangkan sang kakak menjadi koordinator lapangan, dan anak mereka yang masih berumur 5 hingga belasan tahun bertugas meminta-minta di jalan. 

"Koordinator lapangan tersebut juga yang memantau areal sekitar. Sehingga, jika 1 orang saja yang tertangkap, maka mereka akan menginformasikan kepada pengemis lainnya untuk pergi," terang Sugeng. 

Pihaknya menduga masih banyak pengemis lainnya di Sampit ini. Namun, pada saat ada penertiban mereka kabur. Hal itupun menjadi perhatian mereka, dan akan terus berupaya untuk melakukan penertiban.

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT