Lahan Warga Digarap untuk Aktivitas Galian C Ilegal
BORNEONEWS.CO.ID | 02/03/2022 09:01
Lahan Warga Digarap untuk Aktivitas Galian C Ilegal

BORNEONEWS, Sampit - Aktivitas galian C di Kabupaten Kotawaringin Timur tidak hanya bekerja secara ilegal. Bahkan, lahan warga yang mengantongi surat lengkap juga digarap.

Salah seorang warga mengaku pernah nyaris baku hantam dengan pengusaha galian C belum lama ini. Pasalnya, tanah milik kerabatnya digali dan dijual oknum pengusaha galian C tersebut.

“Bisa dikatakan usaha galian C ini sembarangan garap lahan orang. Karena saya sendiri pernah mengalami saya cek lahan dan menemukan lahan kami digarap digali dan dijual. Sementara kami punya legalitas sertifikat,” kata Riyandi, salah seorang warga Sampit.

Ia mengakui saat itu nyaris baku hantam di lokasi galian C itu dengan oknum pengusaha bersama preman-premannya.

“Tapi kalau kita benar saya lawan, karena kita bukan berurusan dengan preman, tapi bos yang memerintahkan mereka itu,” ucap Riyandi, Selasa, 1 Maret 2922.

Riyandi sepakat agar usaha galian C ini memang harus ditertibkan. Karena dalam aktivitasnya tidak lagi melihat aspek lingkungan. 

Galian bekas tambang dibiarkan menjadi lubang-lubang tambang tanpa ada reklamasi dan sejenisnya, seperti halnya milik kerabatnya yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Km 16 itu.

“Selain agar tidak asal serobot tanah orang lain juga  agar usaha galian C ini  memerhatikan lingkungan sekitarnya, kerusakan areal km 9 sampai km 18 itu sudah tidak bisa ditangani lagi. Jadi mimpi saya pemerintah daerah ke depannya ingin pengembangan kota ini ke wilayah barat akan pupus sebab lahannya sudah jadi danau semua,” tukasnya.

Senada diungkapkan warga lainnya Siti. Tanah miliknya seluas 2 hektare digarap untuk usaha galian C di Jalan Jenderal Sudirman Km 16. 

Bahkan, setelah dirinya menghentikan aktivitas itu oknum pengusaha kabur begitu saja tanpa ada tanggung jawab. Alhasil bekas galian itu hanya menyisakan danau besar.

"Mereka bekerja secara ilegal, habis tanah saya digali tanpa ganti rugi," ucapnya.

Dia berencana melaporkan perbuatan tersebut kepada pihak kepolisian agar tidak ada lagi usaha galian C ilegal menyerobot lahan warga. 

"Keterlaluan mereka itu. Tidak ada izin seenaknya menggarap lahan orang," tandasnya.

borneonews.com


BERITA TERKAIT