Soal Dugaan Pencemaran Danau Torusan, ini Kata DLH Kobar
BORNEONEWS.CO.ID | 19/03/2022 20:50
Soal Dugaan Pencemaran Danau Torusan, ini Kata DLH Kobar

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap dugaan pencemaran danau Torusan di Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, DLH Kobar Nurliani mengatakan, tim telah turun ke lokasi dan mengambil sampel. Saat ini masih dalam proses uji laboratorium dan menunggu hasilnya.

"Sampel air sudah kami ambil dan sekarang masih dalam tahap menunggu hasil dari uji laboratorium," ujarnya, Sabtu, 19 Maret 2022.

Lanjutnya, bahwa berdasarkan laporan masyarakat setempat telah terjadi pencemaran diduga akibat aktifitas perkebunan, yang berdampak pada matinya ikan-ikan budidaya masyarakat di danau tersebut.

Disebutkannya, bila hasil laboratorium nantinya menunjukkan bahwa benar adanya terjadi pencemaran oleh aktifitas perkebunan, maka pihaknya akan melakukan mediasi dengan memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak.

"Kita masih tunggu hasil uji laboratorium, dan bila benar ada pencemaran kita kan fasilitasi mediasi kedua belah pihak," jelasnya.

Ia berharap agar dugaan pencemaran tersebut tidak berujung pada ranah hukum, karena pembuktiannya membutuhkan proses yang panjang, dan alat bukti yang kuat terkait dugaan pencematan tersebut.

Disebutkannya ada ancaman pidana terkait pelaku kerusakan lingkungan yang diatur dalam Pasal 60 UU Nomor 32 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sementara itu, warga Kotawaringin Hilir, Rusli Efendi menegaskan bahwa ia dan masyarakat tidak akan mundur bila ada yang berupaya mencemari lingkungan tempat mereka mengais rezeki.

Bahkan ia dan masyarakat siap untuk melakukan aksi demo bila persoalan tersebut tidak segera ditindaklanjuti.

"Kita tunggu hasil laboratorium, karena dinas sudah turun kemarin untuk uji sampelnya," tegasnya.

Informasi yang dihimpun dari perwakilan pemilik kebun kelapa sawit, bahwa banyaknya ikan yang mati bukan lantaran akibat aktifitas dari perkebunan mereka, namun diduga akibat dari aktifitas meracun dan strum ikan. Dipastikan bahwa tidak ada limbah yang dibuang ke Danau Torusan.

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT