Sayembara Tangkap Maling Berhadiah di Sampit
BORNEONEWS.CO.ID | 13/05/2022 07:13
Sayembara Tangkap Maling Berhadiah di Sampit
Ilustrasi maling. Dok. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Pengumuman tangkap maling berhadiah

 

BORNEONEWS, Sampit - Maraknya kasus pencurian buah kelapa sawit di lahan koperasi produsen Dayak Misik, Desa Penda Durian, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur makin meresahkan hingga membuat sayembara dilakukan.

Pengumuman secara terbuka tangkap maling berhadiah oleh pengurus koperasi tersebut dilakukan, bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi.

Dansyah, Pengurus Koperasi Produsen Dayak Misik mengatakan sejak harga buah kelapa sawit naik, aksi pencurian di lapangan kian marak. Sehingga kata dia tidak terkendali lagi dan mengakibatkan mereka alami kerugian besar. 

Maka dari itu mereka membuat pengumuman secara terbuka bagi siapa saja yang bisa menangkap pelaku pencurian dengan memberikan upah kepada siapa saja yang berhasil menangkap maling tersebut.

Penangkapan pelaku pada malam hari akan diberi upah Rp3 juta dan siang hari Rp2 juta disertai barang bukti tandan buah segar atau brondolan, alat panen dan barang bukti lainnya.

"Bagi siapa saja yang ingin bekerjasama dengan kami silahkan, tangkap pelaku curi sawit hadiahnya kami serahkan," ucap Dansyah, Kamis, 12 Mei 2022.

Selain itu juga kata Dansyah ada reword tambahan lagi dari bendahara sebesar Rp3 juta manakala pelaku bisa ditangkap.

Menurut Dansyah mereka sudah diresahkan dengan tindakan maling ini, hingga cara semacam ini harus mereka tempuh, dengan harapan pelaku bisa ditangkap. 

"Tindakan semacam ini tidak bisa dibiarkan, hari ini sawit di areal plasma kami yang dicuri, kedepan bisa saja milik masyarakat pribadi, ke mana lagi mengadu jika tidak kita lawan," tegasnya.

 

borneonews.co,id


BERITA TERKAIT