Kades Haringen dan Warga Kesal, Angkutan Batubara Melintasi Pemukiman
BORNEONEWS.CO.ID | 18/08/2022 15:00
Kades Haringen dan Warga Kesal, Angkutan Batubara Melintasi Pemukiman
Dua Negara Protes Kebijakan Larangan Ekspor Batubara Indonesia

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Desa Haringen di Kabupaten Barito Timur, Yasen, bersama warganya merasa kesal oleh ulah angkutan batubara yang melintasi pemukiman warga di RT 05 Desa Haringen selama dua malam berturut-turut.

Akibat kejadian tersebut Kades bersama perangkat desa dan warga kemudian berupaya menghadang truk pengangkut batubara tersebut di simpang empat jalan hauling PT BNJM mulai pukul 19.00 WIB, Selasa, 16 Agustus 2022. Namun diduga informasi rencana penghadangan tersebut bocor sehingga setelah ditunggu-tunggu tidak satu pun angkutan batubara yang melintas.

Saat diwawancarai Kades Haringen menjelaskan, selama dua malam berturut-turut yakni tanggal 14 dan 15 Agustus 2022 angkutan batubara jenis truk PS roda 6 melintas melalui jalan hauling PT BNJM kemudian saat tiba di persimpangan Desa Haringen berbelok ke arah kanan melintasi pemukiman di RT 05 dan kembali keluar ke jalan hauling PT Pertamina di Desa Karang Langit.

Meski demikian hingga kini Yasen belum mengetahui angkutan batubara perusahaan mana yang melintas di desa yang dipimpinnya itu.

Kepala Desa Haringen Yasen bersama warga saat berupaya menghadang angkutan batubara di persimpangan jalan desa dan jalan hauling PT BNJM, Selasa, 16 Agustus 2022.

"Mereka melintas antara jam setengah 7 sampai jam 10 malam sehingga mengganggu waktu istirahat warga," ungkapnya geram.

Selain itu, lanjut Yasen, kondisi jalan desa yang sempit sangat beresiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas serta membahayakan keselamatan warga.

"Ini jalan aspal kan bukan untuk angkutan batubara, sedangkan kondisi saat ini saja jalan sudah rusak, dengan dilewati angkutan batubara maka jalan akan semakin hancur," jelasnya.

Kades juga mengaku bahwa gara-gara angkutan batubara melintasi pemukiman, warga mencurigai pemerintah desa sengaja mengizinkan angkutan batubara melintas di pemukiman.

"Akibat itu banyak tuduhan-tuduhan masyarakat kepada pemerintah desa seolah-olah pemerintah desa yang mengizinkan padahal pemerintah desa tidak tahu," ungkapnya.

Karena itu dia meminta agar pihak berwajib mengawasi dan memberikan teguran keras kepada pengusaha angkutan batubara sehingga tidak melintasi pemukiman.

"Kami juga ingatkan pemilik angkutan batubara agar tidak lagi melintasi jalan aspal ini. Kalau ada hauling batubara lagi yang lewat kami akan tutup jalannya dan menyuruh berbalik," tegasnya. 

 

**


BERITA TERKAIT