Waspada Virus Corona, Kapal Tiongkok di Pelabuhan Anggrek Gorontalo Lewati Proses Pemeriksaan Kesehatan
DARILAUT.ID | 05/02/2020 16:05
Waspada Virus Corona, Kapal Tiongkok di Pelabuhan Anggrek Gorontalo Lewati Proses Pemeriksaan Kesehatan

Jakarta – Kapal kargo MV Golden Autumn asal Tiongkok yang masuk ke Pelabuhan Anggrek, Gorontalo Utara, telah melalui pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan oleh tim Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Kapal MV Golden Autumn memuat 16 anak buah kapal (ABK). Kapal tersebut berlabuh Sabtu (1/2) untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat barang milik Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Karang. Dijadwalkan kapal ini akan bertolak pada Senin (10/2) pekan depan.

“MV Golden Autumn tiba dan labuh jangkar tanggal 1 Februari 2020. Setelah dilakukan pemeriksaan di atas kapal, seluruh awak kapal dinyatakan sehat dan tidak ditemukan indikasi atau suspect virus Korona. Kemudian kapal bisa sandar di pelabuhan Anggrek pada 2 Februari 2020 untuk melakukan kegiatan 5 hari ke depan,” kata Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Ahmad, Selasa (4/2).

Pos Terkait

Namun demikian, pihaknya tetap meminta seluruh buruh yang melakukan pembongkaran agar berhati-hati dan menggunakan masker. Selama kapal tersebut sandar, para awak kapal dilarang turun dari kapal.

Tak hanya awak kapal, para buruh yang akan melakukan bongkar barang juga diperiksa kesehatannya dan harus menggunakan masker.

“Selain menggunakan masker, para buruh juga diminta segera meninggalkan kapal jika sudah tidak ada kepentingan, tidak berkomunikasi atau kontak langsung dengan Awak kapal, dan dilarang mengkonsumsi makanan atau minuman dari kapal tersebut serta membersihkan diri setelah turun dari kapal seperti mencuci tangan,” ujarnya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melaksanakan Standar dan Prosedur (SOP) yang sama terhadap kapal asing yang memasuki pelabuhan di Indonesia. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang saat ini sedang diwaspadai dan menjadi sorotan dunia.

Kapal asing melakukan lego jangkar diarea yang telah ditentukan dan jika hasil pemeriksaan seluruh awak kapal dinyatakan sehat maka kapal boleh masuk di pelabuhan yang sudah memenuhi standar ISPS Code. Namun jika ada yang terindikasi virus Korona maka harus disiapkan langkah evakusi dan dibawa ke rumah sakit rujukan di setiap provinsi.

Selain di Gorontalo, kapal asing khususnya dari Tiongkok masuk ke Perairan Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. Pihak Kantor KSOP Kelas II Pontianak juga telah menerima laporan kedatangan kapal dan memantau dari Stasiun Vessel Traffic Service (VTS) setempat.

Sesuai laporan Kantor KSOP Kelas II Pontianak, terdapat dua kapal asing yang masuk ke Pontianak dalam beberapa hari terakhir, yakni MV Wanfunyanggong 1538 datang dari Guangzhou Tiongkok, serta kapal MT Awasan Pioneer dari pelabuhan Tokoyama, Jepang pada 2 Februari 2020.

“Kapal-kapal tersebut tidak langsung begitu saja masuk ke pelabuhan tetapi melakukan prosedur kedatangan kapal asing dan harus labuh jangkar terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan,” kata Ahmad.

Adapun agen pelayaran kapal asing harus melengkapi dokumen perizinan kedatangan kapal tersebut melalui sistem online yaitu Inaportnet dimana agen pelayaran mengajukan permohonan kedatangan kapal termasuk asal pelabuhan sebelumnya, identitas kapal dan juga muatannya serta status awak kapalnya sebelum masuk ke Indonesia.*

DARILAUT.ID


BERITA TERKAIT