10 Kapal Ikan Asing Ditenggelamkan di Perairan Batam
DARILAUT.ID | 09/03/2021 11:32
10 Kapal Ikan Asing Ditenggelamkan di Perairan Batam

Darilaut – Sebanyak 10 unit kapal ikan asing ditenggelamkan di perairan Barat Pulau Air Raja, Batam, Kepulauan Riau. Penenggelaman kapal ikan asing ini berlangsung selama dua hari pada Rabu (3/3) dan Kamis (4/3).

Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui – Kementerian Perhubungan telah memastikan lokasi pemusnahan barang rampasan negara berupa 10 unit kapal ikan asing asal Vietnam dan Malaysia tidak mengganggu aktivitas pelayaran dan ekosistem laut. Termasuk instalasi pipa dan kabel laut.

Direktur Kenavigasian, Hengki Angkasawan mengatakan 10 unit kapal ikan asing yang ditenggelamkan tersebut telah berkuatan hukum tetap (inkracht) yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Batam di Pangkalan PSDKP Batam.

“Pelaksanaan penenggelaman kapal ikan asing tersebut dilaksanakan di perairan Barat Pulau Air Raja Batam Kepulauan Riau selama 2 (dua) hari,” kata Hengki, di Jakarta, Jumat (5/3).

Penenggelaman kapal dihadiri dan disaksikan langsung oleh Plt. Kepala Kantor Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang Ditjenhubla Kemenhub, Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Plh. Kepala Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Batam Ditjen PSDK dan perwakilan dari Bakamla RI Zona Barat.

Selama dua hari tersebut, kata Hengki, 4 unit kapal ditenggelamkan pada hari pertama yaitu Rabu (3/3) dan 6 unit kapal selanjutnya ditenggelamkan pada Kamis (4/3).

Hengki mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mendapatkan surat dari Kejaksaan berisi permohonan bantuan untuk pengecekan titik koordinat lokasi yang tepat untuk penenggelaman kapal-kapal ikan tersebut.

Menurut Hengki berdasarkan hasil peninjauan dilapangan dan evaluasi tim Surveyor Pengamatan Laut Kantor Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, lokasi penenggelaman kapal tersebut berada di luar alur pelayaran dan perlintasan. Selain itu, tidak terdapat instalasi pipa kabel bawah air di sekitar lokasi penenggelaman kapal sehingga tidak mengganggu aktivitas pelayaran.

Untuk meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan, sebelum dilakukan penenggelaman kapal ikan tersebut, Kantor Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang telah merekomendasikan agar diberikan penandaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) berupa Pelampung Suar Wreck Buoy dengan spesifikasi sesuai standar IALA.

Penenggelaman kapal dilakukan dengan cara melubangi bagian bawah atau lambung kapal kemudian diisi dengan air. Dengan demikian kapal akan tenggelam dengan sendirinya secara perlahan.

Cara ini, kata Hengki, dinilai yang paling efektif dibanding menggunakan bom karena tidak menimbulkan pencemaran. Sehingga tetap menjaga kelestarian lingkungan laut dan tidak mengganggu ekosistem serta biota laut. Meskipun kapal tidak langsung tenggelam.

Kapal-kapal ikan asing yang ditenggelamkan didapati tengah menangkap ikan secara ilegal di perairan laut Kepri.

Setelah melalui proses di persidangan akhirnya kapal ikan tersebut berstatus rampasan negara dan merupakan bagian kewenangan jaksa yang berkekuatan hukum tetap sehingga dapat dimusnahkan atau dilelang.

darilaut.id


BERITA TERKAIT