Indonesia Terpilih Sebagai Anggota Dewan FAO Periode 2021-2024
DARILAUT.ID | 21/06/2021 10:49
Indonesia Terpilih Sebagai Anggota Dewan FAO Periode 2021-2024
Logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di pintu di kantor pusatnya di New York, AS.[REUTERS]

Darilaut – Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization/FAO). Hasil pemilihan ini berdasarkan rangkaian pertemuan FAO Conference ke-42, yang diadakan secara daring dan berpusat di Markas FAO di Roma pada 14-18 Juni 2021.

Indonesia merupakan wakil kelompok regional Asia bersama 5 negara Asia lain yaitu Bangladesh, China, Jepang, Filipina, dan Korea Selatan. Masa keanggotaan Indonesia di Dewan akan dimulai terhitung untuk periode Juni 2021 sampai Juni 2024.

Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Dewan FAO merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap kiprah Indonesia dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan, nutrisi, dan pembangunan pertanian berkelanjutan pada tataran global, utamanya dalam kerangka FAO.

Dewan FAO merupakan badan eksekutif FAO yang terdiri dari 49 negara anggota. Dewan FAO berperan strategis dalam perumusan dan penentuan strategi dan kebijakan FAO untuk mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan di bidang pertanian, ketahanan pangan dan nutrisi.

Sebelumnya, Indonesia pernah menjabat sebagai anggota Dewan FAO untuk periode 2012-2014 dan 2015-2018. Dengan demikian, hal ini juga mencerminkan penilaian positif dan kepercayaan negara-negara anggota FAO kepada Indonesia untuk mengemban kembali amanat sebagai wakil kelompok Asia dalam salah satu organ penting di FAO.

Melalui keanggotaan pada Dewan FAO, Indonesia dapat berkontribusi dalam perumusan berbagai kebijakan FAO yang mendukung upaya negara anggota PBB mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Utamanya SDG 2 (menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik serta meningkatkan pertanian berkelanjutan).

Indonesia juga akan memiliki hak suara dan voting dalam pembahasan tata kelola FAO, termasuk penentuan program dan anggaran kerja, urusan administrasi dan keuangan, dan hukum.

Melansir Fao.org, Anggota FAO telah mengesahkan Kerangka Kerja Strategis baru yang akan mendorong upaya organisasi untuk mengubah sistem pertanian pangan dan mengatasi kelaparan, kemiskinan, dan ketidaksetaraan dekade berikutnya.

Disahkan sesi terakhir ke – 42 konferensi FAO, badan pembuat keputusan tertinggi menyatukan semua anggota FAO, yakni 194 negara ditambah Uni Eropa. Kerangka Strategis 2022-2031 berupaya mendukung Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Melalui transformasi menuju sistem pertanian pangan yang lebih efisien, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan untuk produksi yang lebih baik, nutrisi yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik, dan kehidupan yang lebih baik, tanpa meninggalkan siapa pun.

Direktur Jenderal FAO yang baru terpilih, QU Dongyu, menyampaikan terima kasih kepada anggota atas partisipasi dan dukungan kuat untuk Kerangka Kerja Strategis.

“Dukungan Anda untuk visi kami dan upaya kami untuk menerjemahkan konsep ke dalam tindakan sangat dihargai,” kata QU saat konferensi.

Konferensi juga menyetujui Program Kerja dan Anggaran 2022 – 2023 dan Rencana Jangka Menengah 2022 – 2025.

Dokumen ini akan memandu pekerjaan FAO pada saat yang kritis ketika dunia menghadapi dampak pandemi COVID-19, yang dapat mendorong hingga 132 juta orang ke dalam kelaparan kronis pada akhir tahun 2021.

Konferensi juga menekankan pentingnya mempromosikan inovasi, teknologi digital, dan data untuk mengubah sistem pertanian pangan.

Anggota juga menyatakan dukungan mereka untuk inisiatif utama FAO, seperti Hand-in-Hand Initiative dan Program Respons dan Pemulihan COVID-19.

darilaut.id


BERITA TERKAIT