Penetapan Alur Pelayaran Pelabuhan Namlea dan Tobelo Penting untuk Keselamatan Kapal
DARILAUT.ID | 21/08/2021 08:32
Penetapan Alur Pelayaran Pelabuhan Namlea dan Tobelo Penting untuk Keselamatan Kapal
Kapal Pelni (pelni.co.id)

Darilaut – Peristiwa kandasnya KM Tidar di dermaga pelabuhan Namlea dan kapal pengangkut BBM di pelabuhan Tobelo sangat berdampak bagi lingkungan maupun perekonomian di wilayah tersebut.

Direktur Kenavigasian Direktorat Jenderal Perhubungan Laut – Kementerian Perhubungan, Hengki Angkasawan, mengatakan kita harus belajar dan terus mengevaluasi dari peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi.

“Kejadian musibah terhadap 2 kapal tersebut menunjukkan kepada kita mengenai betapa pentingnya penetapan alur-pelayaran bagi keselamatan dan keamanan pelayaran,” kata Hengki saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Namlea dan Pelabuhan Tobelo, Kamis (19/8).

Dalam menetapkan alur pelayaran terdapat beberapa unsur penting. Salah satunya adalah survey hidro-oseanografi yang berfungsi untuk mengevaluasi data-data teknis perairan yang akan ditetapkan alur-pelayarannya. Sehingga kapal-kapal yang akan masuk maupun keluar pelabuhan terjamin keselamatan dan keamanannya.

Oleh karena itu, kata Hengki, Ditjen Perhubungan Laut menyelenggarakan kegiatan FGD ini dengan tujuan agar para narasumber dan peserta dapat bersinergi dengan baik dan memberikan saran dan masukan yang dapat memperkaya dan menyempurnakan rancangan Keputusan Menteri Perhubungan dalam rangka Penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Namlea dan Pelabuhan Tobelo.

Pelabuhan Namlea dan Tobelo merupakan memiliki peranan penting bagi masyarakat di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Pelabuhan Namlea dibangun pada tahun 1997. Lokasi pelabuhan terlindung secara alami karena berada di Teluk Kayeli.

Pelabuhan Namlea yang berada di Pulau Buru merupakan salah satu Sub Sistem Pelayaran Nasional yang menjadi persinggahan kapal-kapal yang berlayar di Perairan Maluku.

Pelabuhan Tobelo, yang selesai pembangunannya pada tahun 2015, merupakan pelabuhan pengumpul. Pelabuhan ini memiliki fasilitas dermaga untuk peti kemas dan menjadi sarana penting dalam mendorong roda perekonomian bagi masyarakat Halmahera Utara khususnya di Pulau Morotai.

Menurut Hengki hadirnya pelabuhan Tobelo memberikan dampak penurunan harga kebutuhan pokok sehingga menjadi lebih terjangkau. Hal ini karena supply dapat dibawa langsung dari Surabaya, Makassar dan Manado ke Halmahera Utara.

Hal ini sejalan dengan tujuan dari program Tol Laut yang dicanangkan oleh Bapak Joko Widodo sebagai Presiden RI.

Ketua Kelompok Pengamatan Laut Distrik Navigasi Kelas I Ambon, Heintje E.J. Tatipikalawan, mengatakan Tim Surveyor Distrik Navigasi Kelas I Ambon telah melaksanakan kegiatan survey hidro-oseanografi di lokasi perairan Pelabuhan Namlea. Survey meliputi Alur-Pelayaran, Kolam Putar, dan Daerah Labuh Kapal.

Berdasarkan RIP, kata Heintje, kapal terbesar yang masuk pelabuhan Namlea adalah kapal penumpang dengan ukuran 20.000 DWT. Kapal ini dengan panjang maksimum (LoA) 153 m, lebar 22,5 m dan draught 5,8 m. Draft kapal maksimum yaitu 8,3 m (kapal petikemas ukuran 13.000 DWT).

Berdasarkan hasil survey, data teknis rencana alur pelayaran di pelabuhan Namlea memiliki panjang ± 4,57 NM (8,47 km) dan Lebar 200 m dengan kedalaman bervariasi dari -12 hingga -126 meter LWS, serta kedalaman perairan di depan dermaga berkisar -11 hingga -17 meter LWS.

Dengan data tersebut, sistem rute yang tepat untuk ditetapkan di Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Namlea adalah Rute Dua Arah (Two Way Routes).

Selain itu, terdapat juga kebutuhan Sarana Bantu Navigasi-Pelayaran (SBNP) yang perlu dibangun/dipasang sebanyak 1 unit di luar dari 11 unit SBNP yang sudah terpasang.

Kajian teknis alur pelayaran masuk Pelabuhan Tobelo, berdasarkan RIP menunjukkan bahwa Kapal terbesar yang masuk pelabuhan Tobelo adalah kapal penumpang dengan ukuran 20.000 DWT. Panjang maksimum kapal (LoA) 153 m, lebar 22,5 m dan draught 5,8 m. Adapun draft Kapal maksimum yaitu 8,3 m (Kapal Petikemas ukuran 13.000 DWT).

Hasil survey, data teknis rencana alur pelayaran masuk pelabuhan Tobelo memiliki Panjang± 1,44 NM (2,678 m) dan lebar 200 m. Kedalaman bervariasi dari – 6m hingga -200 meter LWS dan kedalaman perairan di depan dermaga Penumpang berkisar -7 hingga -12 meter LWS. Kedalaman perairan di depan dermaga Petikemas berkisar -13 hingga -22 meter LWS.

darilaut.id


BERITA TERKAIT