Nelayan Kecil Masih Sulit Menangkap Ikan Tuna di Teluk Tomini
DARILAUT.ID | 07/09/2021 14:37
Nelayan Kecil Masih Sulit Menangkap Ikan Tuna di Teluk Tomini
Nelayan Matras-Pesaren Lancarkan Aksi Protes Lanjutan

Darilaut – Sejumlah nelayan kecil penangkap ikan tuna sirip kuning (yellowfin tuna) di atas 30 kg masih sulit mendapatkan tuna sirip kuning di Teluk Tomini. Seperti di Desa Olele, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

“Belum ada tuna di sekitar (perairan) Olele,” kata nelayan penangkap tuna Loyan Arsad, Minggu (5/9).

Untuk melaut Loyan menggunakan perahu dengan mesin katinting. Jarak fishing ground dari Desa Olele 3 sampai 5 mil.

Biasanya Loyan menggunakan bahan bakar gas untuk menangkap tuna. Loyan juga menguasai cara menangkap ikan dengan pancing maupun dengan alat bantu layang-layang.

Nelayan Olele lainnya juga umumnya adalah penangkap ikan tuna sirip kuning ukuran besar, di atas 30 kg.

Sebelum tahun 2020 dan 2021, nelayan kecil penangkap tuna tidak kesulitan untuk mendapatkan hasil tangkapan. Paling tidak untuk sekali melaut mendapatkan 1 ekor tuna sirip kuning ukuran 30 kg di sekitar perairan Olele.

Saat ini, kata Loyan, meski sudah memasuki bulan September belum ada hasil tangkapan tuna ukuran 30 kg.

“Tidak seperti sebelumnya di tahun 2018 dan 2019, tangkapan ikan tuna sudah menurun,” ujar Loyan.

Menurut Loyan, sebelumnya ikan tuna di Teluk Tomini selalu ada setiap kali melaut. Saat ini sudah jarang ikan tuna yang ada di rakit (rumpon).

Untuk menangkap ikan tuna, nelayan yang menggunakan pancing banyak mengandalkan rumpon. Biasanya ikan tuna ini juga tidak lama di rumpon, karena akan berpindah lagi.

Berkurangnya ikan tuna jenis madidihang yang biasa ditangkap nelayan Gorontalo mulai berkurang di tahun 2000.

Ikan tuna sirip kuning (madidihang) mulai masuk ke perairan Teluk Tomini awal September ini.

Sejumlah kapal penangkap ikan melaporkan hasil tangkapan tuna sirip kunung (Thunnus albacares) dengan berat di atas 30 kg per ekor.

Seperti kapal KM Nelayan 2017-714 GT (groos tonage) 7 telah menangkap ikan tuna sirip kuning dengan berat sebanyak 900 kg (ukuran berat di atas 30 kg). Hasil tangkapan tuna ukuran kecil sebanyak 400 kg.

Kapal ikan KM Nelatan 2006-26 GT 25 melaporkan menangkap bukurasi sebanyak 600 kg. Sementara kapal KM Nelayan 2017-956 GT 25 menangkap 350 kg.
Total hasil tangkapan tuna sirip kuning untuk 3 kapal tersebut 1850 kg atau 1,8 ton.

“Tuna di Teluk Tomini Alhamdulillah sudah mulai ada,” kata pengurus kapal penangkap ikan tuna, Feri Ishak, Minggu (5/9).

darilaut.id


BERITA TERKAIT