Kapal Ikan Malaysia Ditangkap di Karimun dan Selat Malaka
DARILAUT.ID | 15/09/2021 13:16
Kapal Ikan Malaysia Ditangkap di Karimun dan Selat Malaka
Kapal-kapal pencuri ikan dari Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang dititipkan di PSDKP Batam, Kepulauan Riau, 18 April 2016. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

Darilaut – Badan Keamanan Laut (Bakamla) menangkap kapal ikan asing berbendera Malaysia di perairan Barat Daya Takong Iyu Karimun. Sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap kapal trawl di Selat Malaka.

Tim gabungan operasi Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) TBK dan F1QR Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Karimun berhasil mengamankan kapal ikan Malaysia yang sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan secara illegal.

Penangkapan kapal Malaysia saat personel SPKKL TBK melaksanakan pemantauan perairan sekitar Karimun. Terdeteksi di Automatic Identification System (AIS) Dashboard Security sebuah kapal ikan yang dicurigai melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan Indonesia.

Kepala SPKKL TBK Letkol Bakamla Slamet Handi Rahadiyono langsung berkoordinasi dengan Pos Angkatan Laut Takong Iyu untuk melaksanakan operasi pengejaran dan penangkapan.

Operasi penangkapan menggunakan unsur Patkamla V8 milik Posal Takong Iyu. Pukul 10.45 WIB tim operasi gabungan melaksanakan penyisiran dari perairan Takong Iyu ke arah utara.

Saat melaksankan penyisiran, pukul 12.30 WIB tim mendeteksi adanya aktivitas pada jarak sekitar 3 Mil pada koordinat 1°13′.600″ N – 103°.20’00” E.

Kemudian, tim gabungan melaksananakan penyekatan pada koordinat 1°16′.700″ N – 103°.18’700″ E.

Patkamla V8 mendekati kapal target dengan menambah kecepatan. Tanpa perlawanan, tim gabungan melaksanakan penghentian dan langsung melaksanakan pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan awal diperoleh data kapal ikan asing asal Malaysia dengan nama pada lambung kapal JHFA 99 A diawaki 4 orang Anak Buah Kapal (ABK) dengan 3 Warga Negara Malaysia dan 1 Warga Negara Indonesia. Terdapat muatan ikan campur dan alat tangkap ikan pukat harimau.

Saat diinterogasi nahkoda mengaku sedang mengalami rusak mesin pada kapal sehingga tidak sengaja masuk perairan Indonesia. Namun, setelah dicoba anggota tim gabungan ternyata mesin dapat dihidupkan.

Untuk mempertanggungjawabkan pelanggarannya kapal beserta ABK dikawal menuju dermaga Lanal TBK guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP menangkap satu kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia yang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 Selat Malaka, Senin (6/9).

Kapal berbendera Malaysia mengoperasikan alat tangkap trawl di Selat Malaka. Kapal PK 6911F diawaki oleh enam orang awak kapal yang seluruhnya berkebangsaan Myanmar ditangkap pada saat melakukan pencurian ikan di Selat Malaka.

Kapal tersebut di ad hoc ke Stasiun PSDKP Belawan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sempat terjadi aksi pengejaran seketika (hot pursuit) sebab kapal mencoba kabur menuju unresolved maritime boundaries.

Sepanjang 2021, KKP telah menangkap 135 kapal, terdiri dari 88 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 47 kapal ikan asing yang mencuri ikan. Kapal ikan asing yang ditangkap merupakan 16 kapal berbendera Malaysia, 6 kapal berbendera Filipina dan 25 kapal berbendera Vietnam.

darilaut.id


BERITA TERKAIT