Minggu Pertama Maret, Terjadi Empat Insiden Perampokan Laut di Nongsa Point, Batam
DARILAUT.ID | 09/03/2022 14:11
Minggu Pertama Maret, Terjadi Empat Insiden Perampokan Laut di Nongsa Point, Batam

Darilaut – Minggu pertama Maret tahun ini, dari tanggal 1 – 7, telah terjadi empat insiden perampokan bersenjata terhadap kapal di Asia.

Laporan peristiwa ini dilaporkan ke Regional Cooperation Agreement on Combating Piracy and Armed Robbery against Ships in Asia – Information Sharing Centre  (ReCAAP ISC). Tiga kejadian kategori 3 dan satu insiden kategori 4.

Dalam laporan yang dipublikasi ReCAAP ISC dengan judul “Piracy and Armed Robbery against Ships in Asia” empat insiden tersebut terjadi pada kapal saat sedang berlayar di Nongsa Point, Pulau Batam (Indonesia), di jalur timur Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Singapura.

Dari empat insiden, tiga di antaranya terjadi pada 2 Maret dan satu insiden pada 4 Maret. Para kru (awak kapal) selamat dan tidak ada barang yang dicuri dalam insiden tersebut.

Pertama, insiden pada 2 Maret dialami kapal curah. Tiga orang yang tidak berwenang bersenjatakan kapak dan tongkat terlihat di ruang genset darurat. Alarm kapal dibunyikan dan kru dikerahkan.

Para pelaku melarikan diri setelah terlihat. Pencarian di atas kapal dilakukan tanpa melihat para pelaku.

Kedua, insiden pada 2 Maret. Empat orang tanpa izin yang bersenjatakan pisau terlihat di ruang mesin. Alarm kapal dibunyikan dan kru dikerahkan.

Nakhoda membelokkan kapal kembali ke Singapura. Penggeledahan di atas kapal dilakukan oleh Polisi Penjaga Pantai Singapura, tanpa melihat para pelaku lebih lanjut.

Ketiga, insiden pada 2 Maret terjadi pada kapal tanker. Enam orang yang tidak berwenang terlihat di ruang mesin, dan salah satunya memegang mirip senjata. Alarm kapal dibunyikan dan kru dikerahkan. Pencarian di atas kapal dilakukan tanpa melihat para pelaku lebih lanjut.

Keempat, insiden terjadi pada 4 Maret. Lima orang yang tidak berwenang terlihat di dek buritan perempat kanan.

Para pelaku melarikan diri setelah terlihat. Alarm kapal dibunyikan dan lampu dek kapal dinyalakan. Pencarian di atas kapal dilakukan tanpa melihat para pelaku di atas kapal.

Dengan empat kejadian tersebut, menurut ReCAAP ISC, sebanyak 17 insiden dilaporkan terjadi Selat Singapura, sejak Januari 2022.

Terdiri dari 13 insiden di jalur timur TSS, dua insiden di area pencegahan, satu insiden di jalur barat, dan satu insiden di luar TSS.

ReCAAP ISC menyatakan keprihatinannya dengan terus terjadinya insiden di Selat Singapura. Khususnya peningkatan insiden di lepas Pulau Nongsa, Pulau Batam.

“Prihatin dengan situasi di Selat Singapura, Incident Alert (IA) dikeluarkan pada tanggal 2 Maret untuk memperingatkan komunitas pelayaran tentang terjadinya insiden di Selat Singapura dan memperingatkan kemungkinan insiden akan berlanjut,” tulis ReCAAP ISC dalam laporan mingguan.

darilaut.id


BERITA TERKAIT