Esperanza, Kapal Tercepat Greenpeace Pensiun
DARILAUT.ID | 21/03/2022 11:15
Esperanza, Kapal Tercepat Greenpeace Pensiun

Darilaut – Kapal terbesar milik Greenpeace Internasional, Esperanza, tidak akan lagi dioperasikan karena meninggalkan jejak karbon.

Kapal Esperanza pensiun setelah dua dekade beroperasi. Mengutip situs web Greenpeace.org, selama lebih dari 20 tahun, kapal Esperanza adalah armada terbesar dan tercepat di Greenpeace.

Kapal ini dibangun tahun 1984 di Gdansk, Polandia. Bekas kapal pemadam kebakaran Rusia tersebut diakuisisi oleh Greenpeace pada 2000.

Esperanza menjalankan operasi penangkapan paus, transportasi nuklir, penangkapan ikan ilegal, penebangan liar, serta penelitian ilmiah dan iklim dan energi.

Dengan bekerja sama dengan ilmuwan dan jurnalis, kapal ini digunakan untuk mengungkap kegiatan ilegal dan melakukan studi inovatif.

Esperanza dikenal sebagai kapal tercepat dan mampu melintasi es membuat kapal ini juga digunakan untuk ekspedisi di kutub.

Dengan kecepatan tinggi, kapal Esperanza digunakan untuk pengejaran dan mencapai tempat-tempat yang belum banyak diakses atau dikunjungi orang.

Seringkali di daerah paling terpencil inilah kejahatan lingkungan dan kemanusiaan terburuk terjadi.

Kapal ini juga pernah membawa bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan. Seperti gempa Haiti tahun 2010, dan badai Bopha 2012 yang menghancurkan Filipina.

Perjalanan kapal ini kini telah berakhir, meninggalkan warisan inspirasi dan perlindungan lingkungan yang membanggakan.

Esperanza telah tiba di perhentian pelabuhan terakhirnya di Gijón, Spanyol. Dalam beberapa minggu mendatang akan dihentikan untuk selamanya.

Saat dunia berubah, demikian pula dengan operasi maritim Greenpeace. 

Esperanza, memiliki jejak karbon yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kapal Greenpeace lainnya.

Sejumlah kru, teknisi, sukarelawan, dan pendukung yang berdedikasi telah mengasah dan meningkatkan fitur teknis kapal. Namun, tidak memungkinkan untuk konsisten dengan visi Greenpeace untuk masa depan tanpa karbon.

Sebelum bergabung dengan armada Greenpeace pada tahun 2000, kapal pemadam kebakaran Rusia ini dikenal sebagai ‘Echo Fighter‘.

Pemungutan suara online digelar untuk memilih nama permanen. Ribuan aktivis Argentina dan negara-negara Hispanik lainnya melihat kesempatan bersejarah untuk kapal Greenpeace pertama dengan nama Spanyol.

Ini menyatukan antusiasme mereka untuk aksi di laut dan aktivisme digital yang muncul pada zaman itu. Mereka mengikuti pemungutan suara dengan satu nama: ‘Esperanza‘.

darilaut.id


BERITA TERKAIT