GEF Sediakan Dana $43 Juta untuk Pemulihan Spesies dan Ekosistem
DARILAUT.ID | 24/05/2022 14:04
GEF Sediakan Dana $43 Juta untuk Pemulihan Spesies dan Ekosistem
Pemanasan Global Ancam Terumbu Karang Samudra Hindia Bagian Barat

Darilaut – Global Environment Facility (GEF) menyediakan dana sebesar $43 Juta untuk melindungi dan memulihkan spesies dan ekosistem. Sebanyak 139 negara memperoleh dana tersebut.

Dalam keterangan pers UNEP (20/5) menjelaskan hilangnya keanekaragaman hayati global pada tingkat yang berbahaya. Sebanyak 139 negara telah menerima bantuan untuk mempercepat upaya melestarikan, melindungi dan memulihkan spesies dan ekosistem segera setelah kesepakatan global baru saat ini dalam negosiasi disetujui.

Pembiayaan baru dari GEF atau Fasilitas Lingkungan Global dengan total $43 juta untuk negara-negara berkembang agar segera menerapkan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Pasca-2020. Hal ini bertujuan untuk menghentikan hilangnya spesies dekade ini.

Keahlian teknis didukung Program Pembangunan PBB (UNDP) dan United Nations Environment Programme (UNEP) atau Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Negara-negara yang berpartisipasi dan memenuhi syarat hibah baru sebesar $300.000 untuk pekerjaan menganalisis dan menyelaraskan kebijakan nasional, target, keuangan dan sistem pemantauan agar efektif terhadap tindakan ancaman global keanekaragaman hayati.

“Saat kita merayakan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional , komitmen ini menunjukkan bahwa dunia bersatu dalam mengakui kebutuhan mendesak untuk mengakhiri perusakan alam dan hilangnya layanan yang diberikannya,” kata Executive Secretary of the Convention on Biological Diversity, Elizabeth Mrema.

“Tindakan awal ini akan mempersiapkan Para Pihak memobilisasi aksi yang akan dilakukan di semua sektor masyarakat untuk mewujudkan aspirasi ini dalam 10 tahun ke depan.”

Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Pasca-2020, rencana sepuluh tahun untuk menghentikan peningkatan tingkat kepunahan dan membawa 30 persen wilayah darat dan laut di bawah perlindungan, diharapkan akan disetujui oleh 196 Pihak pada Konvensi Keanekaragaman Hayati saat bertemu di Kunming akhir tahun ini.

CEO dan Ketua GEF, Carlos Manuel Rodriguez, mengatakan sangat penting bagi semua negara untuk siap bertindak cepat setelah kerangka kerja baru disetujui.

Komitmen GEF untuk menyediakan dana bagi negara-negara berkembang ini belum pernah terjadi sebelumnya. Hibah ini sebagai tindakan dini GEF sebelum kesepakatan global baru disepakati.

Negara-negara dapat menggunakan dana “jalur cepat” ini untuk memperbarui strategi keanekaragaman hayati dan membangun kapasitas untuk mewujudkan GBF (Global Biodiversity Framework).

Rodriguez mengatakan kami siap untuk terus membantu pengelola keanekaragaman hayati yang penting secara global meningkatkan alam dalam perencanaan dan dengan cepat meningkatkan upaya bersama dapat mengubah tujuan internasional menjadi kenyataan.

“Kerangka Keanekaragaman Hayati Global merupakan peluang penting untuk mengatur planet kita ke arah yang baru,” kata Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen.

“Tetapi pandemi global telah membuat kita tidak punya waktu untuk disia-siakan. Inisiatif bersama untuk mempercepat kesiapsiagaan oleh para aktor nasional ini menunjukkan bahwa bersama-sama, kita siap untuk menempatkan alam di jantung pengambilan keputusan tentang masa depan kita bersama.”

Administrator UNDP Achim Steiner mengatakan kita perlu menciptakan jaring pengaman planet dengan menempatkan alam di jantung ekonomi global, nasional, dan kerangka kerja pembangunan kita.

“Alam menopang separuh pekerjaan dan mata pencaharian dunia, merupakan fondasi ketahanan pangan dan air nasional, dan sangat penting untuk mengatasi krisis iklim kita,” kata Steiner.

“Berinvestasi dalam tindakan awal di alam adalah kemenangan tiga kali lipat bagi manusia dan planet ini.”

Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Pasca-2020 saat ini dalam tahap negosiasi terakhir. Pertemuan keempat dan terakhir dari Kelompok Kerja Terbuka tersebut akan diadakan dari 21 hingga 26 Juni di Nairobi, Kenya.

Dana GEF

Global Environment Facility Early Action Grants akan memberikan dukungan finansial dan teknis secara langsung kepada pemerintah negara berkembang.

Hal ini dengan memanfaatkan sumber daya dan aktivitas yang fokus pada keanekaragaman hayati dalam siklus pendanaan ketujuh GEF, yang dikenal sebagai GEF-7.

Dukungan ini dirancang untuk membantu mempercepat implementasi kerangka Keanekaragaman Hayati Global setelah disetujui secara resmi pada Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB 2022 (COP 15).

Perlindungan keanekaragaman hayati juga merupakan bagian terbesar dari periode pemrograman GEF-8, yang akan berlangsung dari Juli 2022 hingga Juni 2026.

GEF atau Fasilitas Lingkungan Global adalah dana multilateral terbesar yang bekerja untuk memungkinkan negara-negara berkembang berinvestasi di alam.

Ini mendukung pelaksanaan konvensi lingkungan internasional tentang keanekaragaman hayati, perubahan iklim, bahan kimia, dan lain-lain.

Sejak tahun 1991, GEF telah memberikan lebih dari $21,7 miliar dalam bentuk hibah dan keuangan campuran dan memobilisasi tambahan $119 miliar dalam pembiayaan bersama lebih dari 5.000 proyek dan program.

Melalui Program Hibah Kecil, GEF telah memberikan dukungan kepada lebih dari 26.000 masyarakat sipil dan inisiatif komunitas di 135 negara.

Adapun mengenai Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity, CBD) ditandatangani pada tahun 1992 pada KTT Bumi di Rio de Janeiro, dan mulai berlaku pada bulan Desember 1993.

CBD adalah perjanjian internasional untuk konservasi keanekaragaman hayati, penggunaan berkelanjutan komponen keanekaragaman hayati dan pembagian yang adil atas manfaat yang diperoleh dari penggunaan sumber daya genetik.

 

darilaut.id