Kapal Ladang Pertiwi 02 Mati Mesin dan Tenggelam di Selat Makassar
DARILAUT.ID | 30/05/2022 08:22
Kapal Ladang Pertiwi 02 Mati Mesin dan Tenggelam di Selat Makassar
Tim Basarnas menggunakan perahu karet saat mencari korban kapal motor Arista yang tenggelam di Peraiaran Makassar, Kamis, 14 Juni 2018. Sebanyak 22 orang penumpang berhasil diselamatkan. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

Darilaut – Tim Posko Pencarian dan Pertolongan Gabungan masih terus melakukan pencarian penumpang Kapal Motor Ladang Pertiwi 02 yang tenggelam di Selat Makassar.

Kapal Ladang Pertiwi 02 mengalami mati mesin dan tenggelam di Selat Makassar, pada Sabtu (28/5). Kapal ini membawa 35 orang penumpang dan 7 anak buah kapal, serta muatan sembako.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama instansi terkait lainnya terus melakukan upaya pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Nelayan (KMN) Ladang Pertiwi 02 di perairan Makassar Sulawesi Selatan. Kapal ini berangkat dari pelabuhan perikanan.

Kepala Bidang Keselamatan Syahbandar Utama (KSU) Makassar Capt Yohanis K Tedang yang juga ketua tim posko pencarian korban mengatakan pada saat kejadian KMN Ladang Pertiwi 02 mengangkut 42 orang terdiri dari 7 ABK dan 35 orang penumpang.

“17 orang di antaranya sudah ditemukan dalam keadaan selamat. 10 orang dewasa sudah berada di Puskesmas Sanrobone dengan keadaan selamat,” ujarnya, Minggu (29/5).

Yohanis mengatakan kronologi kejadian KMN Ladang Pertiwi 02 yang membawa penumpang dan muatan sembako tenggelam karena dihantam ombak besar yang mengakibatkan kapal mengalami kematian mesin.

“Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Paotere Makassar menuju Pulau Pamantauan di Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan,” katanya.

Pada sabtu tanggal 28 Mei 2022 petugas jaga menerima informasi adanya kecelakaan dari pemilik kapal. Karena pada waktu yang ditentukan kapal belum tiba di pulau tujuan.

Menurut Yohanis petugas syahbandar melakukan pengecekan administratif ternyata nakhoda tidak melaporkan keberangkatannya kepada syahbandar perikanan dan juga Pelindo di Pelabuhan Paotere.

Selanjutnya, petugas menginformasikan kejadian tersebut kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) dan SAR kota Makassar mengintruksikan kepada semua kapal yang berada dan melintas di perairan Pulau Pemantauan.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar Brigjen Pol Hermanta langsung menginisiasi Tim Posko Pencarian dan Pertolongan Gabungan yang terdiri dari Tim SAR KSU Makassar, Basarnas Makassar, Distrik Navigasi Kelas I Makassar, TNI AL Makassar, Dishub Kota Makassar, Polairud Makassar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulsel, KKP, PT Pelindo Makassar.

“Pencarian terus dilakukan, kapal patroli yang dikerahkan yaitu KNP 350, KNP 5204 dan KNS 031. Proses pencarian dilakukan bersama tim posko gabungan dan juga bantuan dari kapal-kapal nelayan setempat,” katanya.

 

darilaut.id