4.748 kg Impor Ikan Ilegal Masuk Lewat Batam
DARILAUT.ID | 06/06/2022 09:12
4.748 kg Impor Ikan Ilegal Masuk Lewat Batam
Kapal-kapal pencuri ikan dari Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang dititipkan di PSDKP Batam, Kepulauan Riau, 18 April 2016. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

Darilaut – Ribuan kilogram impor ikan ilegal asal Tiongkok dan Malaysia yang tidak dilengkapi dengan persyaratan impor masuk melalui Batam, Kepulauan Riau.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, mengatakan, ditemukan sebanyak 4,25 ton ikan makerel asal Tiongkok di Cold Storage PT SLA dan 498 kg ikan bawal emas asal Malaysia di PT ATN.

Menurut Adin kedua komoditas perikanan tersebut masuk ke Indonesia tanpa dilengkapi Persetujuan Impor (PI) dan Sertifikat Kesehatan Ikan (health certificate).

KKP telah menyegel 4.748 kg ikan impor ilegal asal Tiongkok dan Malaysia tersebut, pada Sabtu (4/5).

“Indikasinya produk ini masuk secara ilegal, dan sudah ada yang beredar di masyarakat,” kata Adin.

Adin memastikan ikan impor ilegal tersebut saat ini dalam pengawasan jajaran Pangkalan PSDKP Batam, bahkan telah dilakukan penyegelan.

Hal tersebut merupakan upaya menghentikan dan mencegah agar ikan ilegal tersebut tidak beredar di masyarakat.

Adin mengatakan sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang, seluruhnya sudah disegel sebagai upaya melindungi masyarakat dari komoditas perikanan yang masuk tidak sesuai ketentuan.

Oleh sebab itu, praktik impor komoditas perikanan ilegal ini akan diusut sampai ke akar-akarnya.

“Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Trenggono, kami akan tindak lanjuti temuan ini agar tidak mengganggu iklim usaha perikanan dalam negeri,” ujar Adin.

KKP masih terus mendalami praktik impor komoditas perikanan ilegal tersebut. Diduga praktik importasi komoditas perikanan secara ilegal ini telah berlangsung lama.

“Sedang kami dalami posisi kasusnya dan tidak menutup kemungkinan kami akan kembangkan lebih lanjut,” kata Adin.

Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di bidang importasi komoditas perikanan mengedepankan perlindungan industri perikanan dalam negeri dan menjaga stabilitas harga ikan untuk nelayan.

Kebijakan impor komoditas perikanan dilaksanakan secara ketat untuk melindungi industri dalam negeri dan nelayan Indonesia.

Menteri Trenggono juga menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10 tahun 2021 yang salah satunya mengatur Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) termasuk bagi usaha importasi komoditas perikanan.

 

darilaut.id


BERITA TERKAIT