Banjir Merendam Ribuan Rumah di Wajo, Tojo Una-Una dan Ambon
DARILAUT.ID | 10/07/2022 17:45
Banjir Merendam Ribuan Rumah di Wajo, Tojo Una-Una dan Ambon

Darilaut – Ribuan rumah terendam banjir melanda Kabupaten Wajo (Sulawesi Selatan), Kabupaten Tojo Una-Una (Sulawesi Tengah) dan Kota Ambon (Maluku). Di Kabupaten Bangka Tengah (Kepulauan Bangka Belitung) belasan rumah rusak karena angin kencang.

Banjir yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Wajo, merendam lebih dari 2.000 rumah warga. Insiden terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu (9/7).

Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 2.415 unit rumah terdampak banjir. Sedangkan untuk fasilitas pendidikan, petugas mencatat 3 unit terdampak. 

Tidak ada laporan warga yang mengungsi akibat banjir dengan tinggi muka air 100 hingga 200 cm tersebut.

Selain infrastruktur bangunan, banjir juga merendam area sawah dan kebun. Laporan dari BPBD Kabupaten Wajo lahan terdampak berupa sawah 660 hektar dan kebun 40 hektar.

Banjir yang terjadi setelah luapan debit air di Bendung Awo dan Sungai Bulete itu menggenangi sejumlah desa di dua kecamatan.

Wilayah desa yang tergenang di Kecamatan Keera yaitu di Desa Awota, Keera, Paojepe, Labawang dan Kelurahan Ballere. Sedangkan di Kecamatan Pitumpanua, desa maupun kelurahan terdampak tersebar di Desa Lompoloang, Bulete, Tobarakka, Benteng dan Siwa.
Total warga terdampak di sejumlah desa atau kelurahan berjumlah 2.491 KK.

Banjir di Kabupaten Tojo Una-Una sedikitnya merendam 100 rumah warga pada Sabtu (9/7). Lokasi terdampak yakni Kelurahan Dondo Barat, Bailo dan Malotong yang terletak di Kecamatan Ampana Kota. Selain itu, terdapat juga puskesmas pembantu di Kelurahan Dondo yang ikut terdampak.

Banjir kembali melanda beberapa kecamatan di Kota Ambon, Provinsi Maluku, pada Jumat (8/7). Sebelumnya banjir juga terjadi pada kecamatan yang sama pada Selasa (5/7).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon melaporkan korban jiwa terjadi di Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Sirimau.
Selain korban jiwa, sebanyak 3.126 warga terdampak. Banjir ini merendam 783 rumah dan 1 unit fasilitas pendidikan.

Genangan dengan tinggi muka air 50 – 80 cm mengakibatkan akses jalan berbahaya dilalui kendaraan. Kondisi tersebut juga mengganggu aktivitas masyarakat.

Hujan disertai angin kencang terjadi di Kabupaten Bangka Tengah. Sebanyak 19 rumah warga rusak ringan akibat curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang tersebut, pada Kamis (7/7).

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, mengimbau warga untuk melakukan kesiapsiagaan berbasis keluarga. Masyarakat memastikan beberapa langkah, seperti rute evakuasi aman, mematikan jaringan listrik rumah, memprioritaskan anggota keluarga yang rentan hingga memastikan jalur komunikasi apabila diperlukan evakuasi.

Jika terjadi hujan lebat dengan durasi lebih dari 1 jam, masyarakat di daerah sepanjang aliran sungai atau daerah dengan kelerengan curam agar berinisiatif untuk evakuasi secara mandiri. 

Perbaikan sistem drainase dinilai perlu untuk menyesuaikan debit air apabila hujan dengan intensitas tinggi terjadi menerus lebih dari satu jam.

Selain itu, pemerintah daerah dapat memberikan informasi peringatan dini cuaca dan imbauan kewaspadaan melalui jaringan komunikasi, serta melakukan pemotongan dahan, ranting maupun material lainnya yang dapat membahayakan warga maupun pemukiman jika dilanda hujan lebat disertai angin kencang.

Masyarakat juga diimbau untuk menghindari pohon besar maupun papan reklame serta memperhatikan kondisi kekuatan atap rumah secara aktif.

 

**


BERITA TERKAIT