Kapal Sabuk Nusantara Layani Rute Tilamuta – Makassar
DARILAUT.ID | 03/08/2022 14:04
Kapal Sabuk Nusantara Layani Rute Tilamuta – Makassar
Alat berat bersiap mendorong KM Sabuk Nusantara 39 kembali ke laut di Pelabuhan Wani, Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa, 5 Februari 2019. Kapal Tol Laut milik PT. Pelni ini kembali ke laut setelah terdampar ke darat karena dihempas gelombang tsunami pascagempa Donggala tahun lalu. ANTARA/Basri Marzuki

Darilaut – Kementerian Perhubungan tengah mengembangkan Pelabuhan Tilamuta di Provinsi Gorontalo untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, industri serta konektivitas.

Di Pelabuhan Tilamuta terdapat kapal penumpang KM Sabuk Nusantara 113 Trayek R-42. Kapal ini melayani warga Kabupaten Boalemo adalah rute Tilamuta – Boalemo – Banggai – Raha – Makassar – Raha – Banggai – Boalemo – Bumbulan Tilamuta.

KM Sabuk Nusantara 113 melakukan pelayaran dari Tilamuta, Sulawesi Tengah dan Makassar, Sulawesi Selatan. 

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengkaji usulan perubahan status pelabuhan pengumpan regional menjadi pelabuhan pengumpul.

Pelabuhan Tilamuta secara spesifik sangat berpotensi menjadi ‘main gate’ distribusi barang di Provinsi Gorontalo di bagian selatan dan Pelabuhan Anggrek di utara.

Pelabuhan Tilamuta memiliki ‘Hinterland’ yang cukup luas meliputi Kabupaten Pohuwato, sebagian Kabupaten Gorontalo yang menjadi pelabuhan pengumpul bagi hubungan port Bitung Sulawesi Utara.

Pemerintah daerah Kabupaten Boalemo tahun ini membangun dua buah gudang untuk membantu meningkatkan kunjungan kapal, serta berharap agar angkutan Tol Laut tetap singgah di Tilamuta.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor UPP Tilamuta, Abd Muis Puti mengatakan pengembangan tersebut mampu merepresentasikan kepentingan semua pihak, yaitu pengguna jasa pelabuhan dan pengelola.

Untuk itu, diperlukan arahan penataan ruang-ruang aktivitas yang berlangsung di Pelabuhan Tilamuta dengan harapan studi kelayakan Pelabuhan Tilamuta dapat berjalan lancar dan menjadi pelabuhan handal yang memiliki potensi sebagai pelabuhan pengumpul.

Pengembangan industri di Kabupaten Boalemo untuk menunjang komoditi unggulan di bidang pertanian, perikanan, perkebunan dan pariwisata.

Pelabuhan Tilamuta juga berperan dalam distribusi komoditi berupa padi, jagung, kakao dan kopra/ kelapa ke Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Bahkan ke Jepang untuk Komoditi Kakao setiap musim panen.

 

**


BERITA TERKAIT