Banjir, Longsor dan Angin Kencang Terjadi di Beberapa Wilayah Indonesia
DARILAUT.ID | 26/10/2022 15:08
Banjir, Longsor dan Angin Kencang Terjadi di Beberapa Wilayah Indonesia
Ilustrasi angin kencang. the-star.co

Darilaut – Dalam sepekan terakhir peristiwa banjir, tanah longsor dan angin puting beliung terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sejumlah warga meninggal dunia karena tertimbun longsor.

Pada Minggu (23/10) banjir merendam pemukiman warga di Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Peristiwa tersebut terjadi setelah meluapnya Sungai Cibeet dan Cidawolong.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pada Senin (24/10) 06.00 WIB, banjir mulai surut di beberapa lokasi terdampak.

Banjir menyebabkan 60 kepala keluarga/ 176 jiwa terdampak. Tidak ada laporan adanya pengungsian ataupun korban jiwa dari peristiwa ini.

Banjir juga merendam berbagai bangunan, seperti 50 unit rumah warga, 1 unit mushola dan satu fasilitas pendidikan terendam dengan ketinggian muka air bervariasi antara 20 hingga 60 sentimeter.

Sebanyak 56 KK di Desa Baturaja Bungin, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan terdampak banjir pada Minggu (23/10). Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menguyur di sekitar lokasi kejadian.

Pusdalops BNPB melaporkan banjir dengan tinggi muka air antara 40 cm hingga 60 cm merendam 56 unit permukiman warga. Tidak ada laporan adanya pengungsian ataupun korban jiwa dari peristiwa ini. Kondisi terkini banjir berangsur surut.

Banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Ponorogo pada Jumat (21/10). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo melaporkan banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Kecamatan Ngebel dan Kecamatan Sooko.

Banjir berdampak pada 10 KK, 29 orang yang terpaksa mengungsi di Masjid Agung Kabupaten Ponorogo. Tinggi Muka Air saat kejadian tercatat hingga 70 sentimeter. Banjir dilaporkan telah surut pada Sabtu (22/10).

Selain banjir, longsor juga melanda wilayah tersebut tepatnya di Jalan Lingkar Telaga Ngebel Dukuh Nglingi, Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel.

Akibatnya, jalur sisi utara menutup jalan utama Telaga Ngebel dan tidak bisa dilalui kendaraan. Sementara itu, jalur utama dari Kecamatan Dolopo ke Kecamatan Ngebel sebagian tertutup material longsor. Jalan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

BPBD Kabupaten Ponorogo segera melakukan pembersihan material banjir dan tanah longsor bersama warga, TNI/Polri, Pemerintah Desa, dan Banser. Namun, Tim Gabungan masih membutuhkan bantuan tangki air dan alat semprot untuk pembersihan material longsoran di jalur Lingkar Telaga Ngebel.

Angin puting beliung terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Minggu (23/10). Peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang.

Data sementara Pusdalops BNPB hingga Senin (24/10), tercatat sebanyak 294 kepala keluarga terdampak dan empat di antaranya alami luka-luka serta empat kepala keluarga memilih mengungsi ke tempat lebih aman.

Peristiwa tersebut juga menyebabkan 294 rumah warga, satu unit fasilitas pendidikan dan satu unit tempat usaha alami kerusakan. Selain itu dilaporkan banyak pohon tumbang akibat terjangan angin kencang.

Adapun lokasi terdampak ada di empat desa di dua kecamatan yang berbeda, yaitu Desa Sidokepung dan Desa Entalsewu di wilayah Kecamatan Buduran, kemudian Desa Jati dan Desa Jumput yang terletak pada Kecamatan Sidoarjo.

BPBD Kabupaten Sidoarjo sesaat setelah kejadian, langsung menuju lokasi terdampak untuk melakukan penanganan bencana, melakukan pendataan, berkoordinasi dengan aparat setempat dan memberikan bantuan berupa terpal bagi warga terdampak.

Hujan deras mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, selama dua hari, sejak Sabtu (22/10) hingga Minggu (23/10).

Peristiwa ini menyebabkan peningkatan daerah aliran Sungai Batang Masumai dan Batang Tantan hingga meluap ke permukiman warga dengan tinggi muka air 50 – 100 sentimeter.

BPBD Kabupaten Merangin mencatat, peristiwa tersebut berdampak pada 241 KK atau 1034 jiwa. Selain itu, sebanyak 242 unit rumah warga, dan 2 tempat ibadah terendam banjir.

Adapun wilayah yang terendam banjir mencakup Desa Sungai Ulak di Kecamatan Nalo Tantan, Desa Tanjung, dan Desa Pelayangan di Kecamatan Batang Mesumai.

 

**


BERITA TERKAIT