Mandeknya Tol Padang-Sicincin Jadi Tanda Tanya Besar Bagi Kementerian PUPR
LANGGAM.ID | 17/04/2021 22:00
Mandeknya Tol Padang-Sicincin Jadi Tanda Tanya Besar Bagi Kementerian PUPR
Ilustrasi pembangunan jalan tol. dok.TEMPO

Langgam.id – Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian mengatakan, mandeknya pembangunan Tol Padang-Sicincin sebagai pintu gerbang Sumbar dengan provinsi sekitarnya sempat menimbulkan tanda tanya besar bagi Kementerian PUPR.

“Kami sering refleksi bersama Pak Menteri, kita membandingkan begitu kita meresmikan tol Pekanbaru-Dumai, kita ingat saudara tua, yaitu Tol Padang-Sicincin yang terbengkalai. Tugas kami adalah mendukung bapak-bapak,” ujarnya saat menerima Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade dan sembilan kepala daerah di Sumbar di kantor Kementerian PUPR di Jakarta.

Hedy menambahkan, untuk Tol Padang-Sicincin, pihaknya ingin lihat progres. Kalau ada pembebasan tanah, maka pihaknya membangunkan jalannya.

Hedy mengapresiasi pertemuan dengan para kepala daerah di Sumbar yang difasilitasi Andre Rosiade.

“Kami sangat berterima kasih atas silaturahmi ini karena selama ini seperti ada jalan buntu dalam pembangunan Tol Padang-Sicincin. Untuk menyelesaikan persoalan ini kita perlu duduk bersama untuk mencari solusi. Sebab tujuan kita sama adalah membangun negara,” ucap Hedy.

Sementara itu, Andre Rosiade mengatakan, pembangunan jalan Tol Padang-Sicincin yang saat ini mandek menjadi konsern bersama karena akan membawa banyak manfaat bagi perekonomian masyarakat Sumbar.

“Bersama para kepala daerah ini kami akan cari solusi,” kata Andre yang merupakan Ketua DPD Partai Gerindra Sumatra Barat ini.

Andre dan para bupati/wali kota menilai, jalan Tol Padang-Sicincin merupakan kunci bagi perekonomian Sumbar. Jalan tol yang menghubungkan Sumbar dengan Riau ini diyakini dapat menekan biaya logistik, sehingga produk-produk yang dihasilkan masyarakat Sumbar menjadi lebih kompetitif.


“Konektivitas itu dampaknya luar biasa bagi perekonomian Sumbar. Kami datang ke sini ingin mengubah mindset lama. Bahwa saat ini kami ingin ada percepatan pembangunan di Sumbar,” harapnya.

Sementara itu, sembilan kepala daerah yang hadir dalam pertemuan tersebut yaitu, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, dan Wali Kota Pariaman Genius Umar. Kemudian, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Wakil Wali Kota Padang Panjang Asrul, Wali Kota Solok Zul Elfian Umar, Bupati Agam Andri Warman, dan Anggota DPRD Provinsi Sumbar Irwan Afriadi.

langgam.id


BERITA TERKAIT