Sambut Indonesia Emas 2045, Pemprov Sumbar Siapkan Sejumlah Kebijakan untuk Pemuda
LANGGAM.ID | 10/07/2021 11:28
Sambut Indonesia Emas 2045, Pemprov Sumbar Siapkan Sejumlah Kebijakan untuk Pemuda
Ilustrasi pengibaran bendera merah putih. TEMPO/Ais Novia Hidayat

Langgam.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi mengatakan, Sumbar memiliki banyak potensi kearifan lokal yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda.

Dia menyebutkan, diantaranya pendidikan generasi muda di surau atau masjid dan di lapau atau kedai yang dapat diterapkan selain pendidikan formal di sekolah hingga Perguruan Tinggi.

“Kita terus mendorong integrasi antara potensi kearifan lokal ini dengan pendidikan formal agar bisa menghasilkan generasi muda yang memiliki daya saing menyambut bonus demografi 2045,” katanya saat Webinar Daerah Menyongsong Indonesia Emas 2045 di Padang, Sabtu (10/7/2021).

Pendidikan surau menurutnya, dapat membangun kemampuan mental dan spiritual. Sementara pendidikan lapau membangun sosialisasi komunikasi hingga negosiasi yang dibutuhkan untuk melengkapi kemampuan akademik.

Mahyeldi mengakui, pendidikan surau dan lapau mulai tergerus oleh dinamika zaman, seiring berubahnya sistem pemerintahan nagari menjadi kelurahan atau desa. Namun pasca reformasi gerakan kembali ke nagari bergaung di Sumbar.

“Bersamaan dengan itu kearifan lokal pendidikan di surau dan lapau juga kembali dibangkitkan,” katanya.

Meski belum maksimal terangnya, namun potensi itu diyakini bisa menjadi salah satu solusi dalam pengembangan SDM generasi muda Sumbar.

Selain itu, forum-forum diskusi di perguruan tinggi-perguruan tinggi juga terus didorong untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam mimbar-mimbar pertemuan.

Pendidikan Formal
Sementara itu, dalam pendidikan formal Sumbar kata Mahyeldi, juga membangun kolaborasi antara provinsi dan kabupaten/kota dari berbagai segi baik kebijakan maupun anggaran.

Ia mengungkapkan, Pemprov Sumbar terus mendorong SMK untuk bisa menyesuaikan kurikulumnya dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kurikulum yang dimaksud bukan kurikulum pokok, tetapi kurikulum pendamping seperti muatan lokal yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja,” bebernya.

Sementara di tingkat SMA kata Mahyeldi, Pemprov Sumbar juga tengah mewacanakan untuk mewajibkan seluruh siswa kelas XII masuk asrama. Tujuannya untuk memberikan penguatan kemampuan akademik agar bisa diterima di perguruan tinggi ternama dalam maupun luar negeri.

“Dengan demikian pada masa Indonesia emas 2045, generasi muda Sumatra Barat telah memiliki kemampuan dan kapasitas untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Penguatan SDM Generasi Muda
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi. Yaitu angkatan kerja lebih banyak dari orang tua pada tahun 2045.

Ia menjelaskan, jika bisa memanfaatkan peluang itu secara maksimal, Indonesia akan menjadi empat negara dengan perekonomian terkuat pada saat itu.

Namun jika gagal mengelola potensi itu, maka yang terjadi adalah bencana sosial. Seperti pengangguran yang tinggi, naiknya angka kejahatan dan kenakalan remaja.

“Karena itu perlu langkah-langkah penguatan SDM generasi muda sejak sekarang dengan melibatkan semua pihak dari tingkat pusat hingga daerah,” katanya.

langgam.id


BERITA TERKAIT