Jelang Ramadan, Sumbar Alami Inflasi 0,77 Persen
LANGGAM.ID | 02/04/2022 08:57
Jelang Ramadan, Sumbar Alami Inflasi 0,77 Persen
Suasana jual beli di Pasar Tebet, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020. Laju inflasi April 2020 tercatat lebih lambat 0,1 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. TEMPO/Tony Hartawan

Langgam.id – Jelang memasuki bulan suci Ramadan 1443 Hijriah atau memasuki April 2022, Sumatra Barat mengalami inflasi 0,77 persen yang dipicu naiknya harga cabai merah dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatatkan inflasi Sumbar pada bulan Maret 2022 yakni sebesar 0,77 persen yang merupakan gabungan data inflasi dari dua kota Padang dan Bukittinggi.

Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati mengatakan dua kota yang menjadi barometer ekonomi Sumbar mengalami inflasi masing-masing 0,72 persen untuk Kota Padang dan 1,18 persen Kota Bukittinggi.

“Dari gabungan dua kota itu, maka Sumbar kembali mengalami inflasi pada bulan Maret 2022 sebesar 0,77 persen,” katanya, Jumat (1/4/2022).

Sebelumnya, pada Januari 2022 Sumbar juga mengalami inflasi 1,02 persen dan pada Februari kembali inflasi sebesar 0,07 persen.

Adapun, inflasi Sumbar bulan lalu dipicu melonjaknya harga cabai merah hingga 34,88 persen atau dengan andil inflasi 0,37 persen.

Selain cabai merah, beberapa komoditi yang ikut mengalami kenaikan harga antara lain daging ayam ras naik 5,56 persen, emas perhiasan sebesar 4,92 persen, angkutan udara naik 2,91 persen, dan ikan tongkol atau ikan ambu-ambu naik 6,11 persen.

Kemudian, rokok kretek naik 3 persen, jengkol mengalami kenaikan harga 9,30 persen, tahu mentah naik 4,63 persen, bahan bakar rumah tangga naik 0,82 persen, dan daging sapi naik 1,74 persen.

Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga di antaranya beras, mobil telur ayam ras, ikan cakalang atau ikan sisik, kangkung, cabai rawit, tomat, buncis, dan ikan gambolo.

Adapun, inflasi tahun kalender Sumbar dari Januari sebesar 1,87 persen (year to date) dan inflasi year on year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, maka Sumbar mengalami inflasi sebesar 3,24 persen.

Inflasi pada bulan Maret 2022, juga sejalan dengan kenaikan nilai tukar petani (NTP) Sumbar menjadi 113,32 poin atau mengalami kenaikan 0,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 112,97 poin.

langgam.id


BERITA TERKAIT