70 Persen Sampah Organik di Padang Tidak Terkelola
LANGGAM.ID | 10/05/2022 12:42
70 Persen Sampah Organik di Padang Tidak Terkelola
ilustrasi sampah plastik (pixabay.com)

Langgam.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat, 70 persen sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Padang merupakan sampah organik. Namun, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah masih rendah.

Kepala DLH Marizon mengatakan, seluruh sampah rumah tangga dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Sampah plastik dan organik tidak dipisah sehingga berakhir begitu saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

“Dalam sehari ada 500-600 ton sampah yang berakhir di TPA. Sebanyak 70 persen adalah sampah organik,” katanya.

Menurutnya, pemanfaatan sampah oleh masyarakat, seperti memilah sampah sebelum membuang ke TPS masih sangat minim. Bahkan masih banyak masyarakat yang membuang sampah di TPS liar dan di pinggir jalan.

Marizon mengatakan, DLH tidak bisa mengatur pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Dengan anggaran Rp 70 miliar per tahun, Marizon mengatakan uang itu hanya mencukupi operasional pengelolaan sampah di sektor hilir saja.

“Untuk sektor hulu, ada program edukasi, bagaimana bank sampah diperbanyak, komposer diperbanyak, tapi itu yang tidak terakomodasi dengan anggaran yang ada,” katanya.

Dari 70 persen sampah organik yang dihasilkan tersebut, kata Marizon, baru 10 persen yang berhasil dikelola menjadi kompos. “Persoalan ini tidak hanya di Kota Padang saja, tapi jamak di seluruh Indonesia,” katanya.

 

langgam.id


BERITA TERKAIT