Sebut Bisa Jadi Ancaman, Wakil Bupati Minta Awasi Keberadaan WNA di Tanah Datar
LANGGAM.ID | 02/09/2022 09:01
Sebut Bisa Jadi Ancaman, Wakil Bupati Minta Awasi Keberadaan WNA di Tanah Datar
Ilustrasi-pengecekan kelengkapan administrasi warga negara asing yang akan melakukan pengajuan izin tinggal keadaan terpaksa di Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Antara/Ayu Khania Pranisitha

Langgam.id – Wakil Bupati (Wabup) Tanah Datar, Richi Aprian meminta agar keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di daerah yang ia pimpin diawasi, karena berpotensi menjadi ancaman.

Sebagai daerah tujuan wisata, kata Richi, keberadaan WNA di Tanah Datar yang juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tentu tidak sedikit.

“Kunjungan warga asing atau orang asing ke daerah kita bisa saja mendatangkan keuntungan sebagai potensi sumber PAD, namun juga bisa menjadi ancaman terkait paham-paham atau ajaran agama tertentu yang mereka bawa, karena tidak semua orang yang datang tujuannya berwisata,” ujar Richi dikutip dari rilis Prokopim Tanah Datar, Rabu (31/8/2022).

Jadi, sebut Richi, keberadaan tim pengawasan sangat penting untuk mengawasi keberadaan orang asing di Tanah Datar, maka sangat diharapkan sinergitas dari TNI, Polri, Imigrasi dan Pemda untuk dapat melindungi serta mengawasi keberadaan warga asing di Tanah Datar.

“Hal ini juga sekaitan dengan kalender wisata di Tanah Datar, seperti Program Unggulan (Progul) Satu Nagari Satu Event, dengan mulai melandainya Covid-19 tentu akan banyak tamu-tamu yang datang, satu sisi kita menjadi tuan rumah yang baik, sisi lain kita juga harus mampu melindungi diri maupun masyarakat kita dari pengaruh-pengaruh buruk yang mereka bawa,” ucapnya.

Pemkab Tanah Datar, lanjut Richi, secara reguler juga akan mendata keberadaan orang asing di Tanah Datar, baik yang sudah memiliki kartu identitas tetap, maupun kartu identitas sementara.

Tidak hanya itu, Richi juga meminta agar warga negara asing harus bisa berbusana dengan menyesuaikan adat dan kebudayaan daerah setempat. “Contohnya saat Pacu Jawi, bagi turis yang datang menggunakan celana pendek, kita kasih kain sarung,” katanya.

 

**


BERITA TERKAIT