Masyarakat Kampung Misool Tolak Kotak Kosong di Pilkada Raja Ampat
TEROPONGNEWS.COM | 14/10/2020 16:01
Masyarakat Kampung Misool Tolak  Kotak Kosong di Pilkada Raja Ampat

TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Dinamika politik menjelang hari pencoblosan pada Pilkada Raja Ampat tahun 2020 semakin meningkat. Pasalnya lawan politik dari pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati dan Orideko Iriano Burdam atau pendukung Kotak Kosong mulai memainkan perannya.

Upaya untuk memenangkan Kotak Kosong terus dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan sang Petahana, Abdul Faris Umlati, maju untuk kedua kali di Pilkada kabupaten Raja Ampat.

Hanya saja upaya dan usaha pendukung Kotak Kosong itu, tidak mendapat tempat di hati sebagian besar masyarakat Raja Ampat, khususnya di wilayah distrik Misool Utara dan Misool Selatan diantaranya, masyarakat kampung Adowey, Waigama di Misool Utara, dan kampung Usaha Jaya, Fafanlap, Yellu, Harapan Jaya dan kampung Lilinta distrik Misool Selatan.

Selain itu masih banyak juga kampung di wilayah Misool Raya menolak akan kehadiran tim yang mengatasnamakan tim Kotak Kosong di wilayah tersebut. Alasan masyarakat menolak kehadiran tim Kotak Kosong, lantaran masyarakat menginginkan hal positif dan nyata yaitu pembangunan di Raja Ampat tetap berkelanjutan.

Hal tersebut, disampaikan salah satu warga masyarakat kampung Adowey, Silas Hay, ketika dikunjungi tim pemenangan pasangan Faris-Ori di kampung tersebut.

Menurutnya, masyarakat kampung Adowey menolak kehadiran tim Kotak Kosong di kampungnya. “Kami menolak kehadiran tim Kotak Kosong di kampung Aduwey, kami masyarakat semua mendukung pasangan Faris-Ori,” jelas Silas Hae.

Masyarakat Raja Ampat khususnya di wilayah Misool Raya, telah menyatakan sikap politiknya untuk mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati dan Orideko Iriano Burdam untuk maju pada Pilkada 2020.

Dukungan politik terhadap pasangan Faris-Ori, lantaran masyarakat masih menginginkan pembangunan di kabupaten Raja Ampat terus berjalan. Pembangunan yang masih tertunda itu, merupakan pekerjaan rumah sang Petahana yang wajib diselesaikan pada periode kedua.

TEROPONGNEWS.COM


BERITA TERKAIT