PLN Ungkap Penyebab Listrik Padam Seharian Di Sorong
TEROPONGNEWS.COM | 12/07/2021 22:18
PLN Ungkap Penyebab Listrik Padam Seharian Di Sorong
Ilustrasi Listrik dan PLN. Getty Images

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Blackout atau pemadaman listrik di wilayah kota dan kabupaten Sorong disinyalir karena adanya gangguan pada jaringan 20 Kilo Volt (KV) pada Minggu (27/5/2021).

Manager PLN UP3 Sorong, Martha Adi Nugraha menjelaskan bahwa untuk kejadian padamnya listrik selama 18 jam itu masuk kategori padam yang tidak terencana.

“Artinya padamnya bukan karena dilakukan pemeliharaan tapi karena gangguan, karena ketika padam terencana tentunya kami akan memberikan informasi paling lambat H-1 dari tanggal pelaksanaan pemadaman. Sedangkan untuk kemarin itu adalah kategori padam tidak terencana," ujar Adi lewat zoom meeting bersama awak media, Senin (12/7/2021).

Terkait kronologis padamnya listrik se-Sorong raya itu terjadi pada pukul 07.44 WIT yang disebabkan karena adanya gangguan yang terjadi pada jaringan 20 KV yang berlokasi di daerah Aimas, kabupaten Sorong. Di mana, padamnya listrik tersebut dikarenakan sistem proteksi yang bekerja tidak optimal, sehingga menyebabkan padamnya listrik meluas atau biasa disebut Blackout.

“Kemudian beberapa kali dilakukan sistem penormalan, sehingga pukul 09.15 WIT itu sebagian wilayah di Kota Sorong sempat menyala, kemudian sore hari pukul 15.00 -15.41 WIT itu sistem juga sempat menyala, yang terakhir sempat menyala juga pada pukul 20.00 WIT sampai pukul 21.00 WIT. Jadi sudah tiga kali sistem itu dicoba start atau penormalan namun gagal masuk. Sehingga, matinya sendiri bukan kami matikan akan tetapi sistemnya gagal masuk,”jelas Adi.

Gagal masuknya sistem itu juga, kata Adi, disebabkan karena adanya peralatan yang relatif baru beroperasi pada tanggal 1 Mei lalu. Sehingga memungkinkan terjadinya blackout pada bulan ketiga bulan dan keempat saat peralatan tersebut beroperasi.

“Terjadinya blackout itu ketika starting awal, ini terjadi karena ada beberapa parameter yang berbeda dengan kondisi realnya. Artinya peralatan ini, dulu kalau ditanyakan pernah commisioning tes, ini sudah dites sehingga per 1 Mei warga Sorong sudah suplay dari transmisi gardu induk 150 KV serta PLTMG 50 MW yang ada di Arar," terang Adi.

Dijelaskan Adi, terkait dengan kondisi infrastruktur kelistrikan, saat ini UP3 Sorong sudah memiliki empat gardu induk, yaitu gardu induk Arar, Sorong, Rufei, sampai dengan Aimas, dan juga memiliki transmisi saluran 150 KV yang membentang dari Arar sampai Rufei dan juga PLTMG 150 KV.

“Transmisi kami 150 KV ini adalah sistem kami yang baru, jadi sistem transmisi gardu induk itu baru beroperasi kemarin dan PLTMG secara beban penuh itu terjadi pernah tanggal 1 Mei. Selain itu, sistem kita yang baru yakni sistem transmisi dan gardu induk memiliki sistem yang jauh lebih stabil," ungkap Adi.

“Kejadian pada minggu kemarin sebanyak tiga kali gagal masuk, yakni pada jam 9 pagi, jam 3 sore, dan yang terakhir pada malam hari. Itu terjadi kegagalan pada pembangkit kami. Kemarin unit keempat ini mengalami gangguan pada peralatan suplay yang menyuplai bahan bakarnya. Sehingga pada pukul 9 malam ketika ini gangguan beban itu diover ke empat unit lainnya yang menyebabkan terjadi overload. Karena beban itu melimpah ke unit yang lainnya, sehingga terjadi blackout kembali yang keempat kalinya," tambah Adi.

Selanjutnya, setelah pukul 21.00 WIT, unit ke empat diisolir sehingga kondisinya berangsur normal dan sistem menjadi normal secara keseluruhan terjadi pada pukul 01.39 WIT.

“Kita nyala dengan unit 1, 2,3,dan 5 akhirnya keseluruhan bisa menyala sampai sekarang masih stabil,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan perbaikan untuk kecepatan recovery dari kondisi blackout atau padam total, dengan mengoptimalkan blackstart unit pada pembangkit untuk mempercepat sistem normal kembali.

“Karena idealnya kalau blackout itu kondisinya satu atau dua jam unit itu sudah siap kembali. Kemarin ketika terjadi blackout, selain gagal masuk tiap proses blackout juga itu kurang lebih sekitar 3-4 jam. Ini yang kita akan perbaiki sehingga kejadian yang sama tidak terulang kembali. Kemudian kami akan melakukan risetting proteksi sehingga bisa bekerja dengan baik," pungkasnya.

teropongnews.com


BERITA TERKAIT