Penolakan Pelantikan Kepala Suku Matlouw Papua jadi Kontroversi
TEROPONGNEWS.COM | 20/09/2021 17:33
Penolakan Pelantikan Kepala Suku Matlouw Papua jadi Kontroversi
Seorang wisatawan memotret gugusan pulau menonjol yang disebut Limestone, di Kawasan objek wisata Balbulol, Distrik Misool Timur, Raja Ampat, Papua, 25 April 2015. TEMPO/Hariandi Hafid

TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Pelantikan kepala suku Matlouw di kampung Fafanlap distrik Misool Selatan yang direncanakan akan digelar hari ini, Senin (20/9/2021), mendapat tanggapan serius dan penolakan dari Komunitas Masyarakat Hukum Adat Suku Matbat Misool/Batam Mee.

Perwakilan Komunitas Masyarakat Hukum Adat suku Matbat Misool/Batam Mee, Abidin Macap, melalui siaran persnya menyikapi, adanya prosesi pelantikan kepala suku Matlou Misool Raja Ampat di kampung Fafanlap.

“Maka secara tegas kami masyarakat suku Matbat menolak acara pelantikan tersebut. Ini bukan persoalan kelembagaan, akan tetapi prosesi seperti ini merupakan pergumulan adat yang memiliki nilai kearifan budaya dan makna akan suatu peradaban masyarakat hukum adat di wilayah tertentu, yakni masyarakat hukum adat suku Matbat di Misool/Batan Mee,” ujar Abidin dalam siaran persnya, Senin (20/9/2021).

Dikatakannya, acara tersebut sangat tidak mendasar karena tidak pernah melibatkan suku Matbat yang notabene adalah suku asli Misool/Batan Mee.

“Yang lebih memprihatinkan lagi, seorang ketua dewan adat wilayah lain yang tidak paham dan mengerti tentang peradaban orang/suku Matbat dengan seenaknya melantik kepala suku Matlou, sejak kapan ada suku Matlou? Dari mana peradaban suku Matlou? Dari dahulu kala munculnya peradaban masyarakat adat sampai sekarang tidak pernah ada suku Matlou dalam sejarah peradaban masyarakat hukum adat suku Matbat di Misool/Batan Mee,” tegasnya.

Matlou itu artinya orang luar/manusia dari luar, kok bisa jadi kepala suku di wilayah yang ada suku aslinya? Belajar sejarah peradaban masyarakat adat dimana? Memalukan sekali.

Kata Abidin Macap, dalam pemahaman nilai-nilai budaya adat istiadat secara sosio antropologis, tidak pernah ada cerita orang luar datang dan mengatur budaya orang pribumi atau suku asli dalam suatu peradaban masyarakat hukum adat.

“Tidak ada sejarah apapun soal suku Matlou. Sungguh aneh orang lain datang melantik suku lain? Cerita omong kosong apa yang dipertontonkan, apalagi melantik suku Matlou? Sangat tidak edukatif dan tidak mencerahkan bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat hukum adat di wilayah Raja Ampat secara umum,” tegas Abidin Macap.

Oleh karena itu, secara pribadi Abidin Macap mewakili masyarakat hukum adat suku Matbat di Misool/Batan Mee, menghimbau kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat dan juga Lembaga DPRD Raja Ampat untuk lebih memperhatikan cara-cara kerja yang ilegal dan tidak mendasar seperti itu karena sangat merusak tatanan masyarakat adat secara umum.

teropongnews.com


BERITA TERKAIT