Pertamini Bukan Resmi dari Pertamina, Simak Penjelasannya
TEROPONGNEWS.COM | 21/09/2022 11:00
Pertamini Bukan Resmi dari Pertamina, Simak Penjelasannya
Penjualan bensin eceran Pertamini di wilayah Pakubuwono Jakarta, 24 November 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Banyak orang mengira hadirnya Pertamina versi mini atau kerap disebut Pertamini adalah milik Pertamina. Ternyata pemikiran tersebut tidak benar, karena Pertamini bukan sah dari Pertamina.

Tempat pengisian bahan bakar mini ini memang makin menjamur di banyak titik di Papua, terlebih di Kabupaten Merauke. Keberadaannya pun makin diminati masyarakat karena penjualan bensin eceran tidak lagi pakai jerigen atau botol. Yang lebih bikin nyaman, pembeli tidak perlu antrian panjang saat pengisian bahan bakar.

Namun, perlu diketahui bahwa Pertamini merupakan pompa bahan bakar mini milik warga. Sebutan Pertamini sendiri akan membuat orang menilai bahwa peralatan tersebut disiapkan dari Pertamina. Nyatanya, peralatan di Pertamini disiapkan secara mandiri oleh distributor yang menyediakan alat tersebut, dan dikelola secara perorangan atau kelompok bisnis.

Sayangnya bisnis ini dinilai tidak memenuhi standar keamanan, terutama rawan bahaya kebakaran dan tidak memiliki izin usaha serta tidak mempunyai uji tera (liter). Fuel Terminal Manager (FTM) Arman Prastiono melalui Sales Branch Manager Rayon III Papua, Anwar Hidayat mengatakan Pertamini yang tersebar di wilayah Merauke merupakan non resmi sedangkan yang resmi adalah Pertashop.

“Pertamini ini ilegal, karena bukan badan resmi dan bukan dari Pertamina juga, bukan perpanjangan tangan dari Pertamina dan Pertamini ini menjual kembali BBM subsidi dengan harga di atas harga yang ditentukan Pemerintah. Sebetulnya itu menyalahi aturan,” ucap Anwar, Selasa (20/9/2022).

Ia melanjutkan, kenapa disebut menyalahi aturan, jelas di Pertamini menggunakan bendera atau logo Pertamina. Meski sudah dikasih teguran dari Pertamina, para pelaku atau pemilik Pertamini tidak mengindahkan teguran tersebut.

“Pertamini di Merauke banyak sekali. Makin lama makin bertambah,” lanjut Anwar.

Guna mendekatkan dan memudahkan pelayanan pengisian BBM kepada masyarakat, Pertamina sudah membangun banyak Pertashop. Dan yang sudah beroperasi di Merauke sebanyak 24 Pertashop, 1 lainnya berada di Boven Degoel, sehingga total yang sudah beroperasi ada 25 unit Layanan non BBM non subsidi. Bahkan menjelang akhir tahun 2022 ini, ada penambahan 4 titik Perthasop lagi. Masing-masing berlokasi di Muram Sari, Semangga, dan Spadem.

Di Pertashop ini menjual dua produk BBM yakni Pertamax dengan harga Rp 14.850.000 dan Dexlite Rp 17.450.000 yang artinya harga jual sama dengan di SPBU. Pertashop didesain sesuai standar keselamatan SPBU Pertamina dan takaran lebih akurat. Selain itu, BBM yang dijual Pertashop punya kualitas oktan atau RON 92 setara Pertamax.

Uraian di atas mengingatkan kepada masyarakat agar bertindak cerdas dan menjalani usaha dengan cara legal. Dampaknya sangat merugikan negara dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar ketika tidak memenuhi ketentuan standar keamanan.

 

**


BERITA TERKAIT