Dugaan Pelecehan Seksual, Oknum Dosen Universitas Victory Sorong Dilaporkan ke Polisi
TEROPONGNEWS.COM | 24/11/2022 11:54
Dugaan Pelecehan Seksual, Oknum Dosen Universitas Victory Sorong Dilaporkan ke Polisi
ilustrasi pelecehan seksual (pixabay.com)

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Oknum dosen Universitas Victory Sorong berinisial MM dilaporkan oleh seorang mahasiswi berinisial SM ke Polres Sorong Kota, Rabu (23/11/2022) atas dugaan kasus pelecehan seksual.

SM yang didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH-GERIMIS) Papua Barat mendatangi SPKT Polres Sorong Kota dan membuat laporan polisi Nomor : LP/B/966/XI/2022/SPKT/POLRES SORONG KOTA/POLDA PAPUA BARAT.

Direktur LBH Gerimis Papua Barat, Yoseph Titirlolobi mengatakan, SM melaporkan oknum dosen tersebut karena merasa tertekan dan trauma atas tindak pelecehan yang disertai dengan pengancaman oleh oknum dekan Fakultas Universitas Victory tersebut.

“Oknum dosen ini melakukan pelecehan disertai pengancaman secara verbal maupun fisik. Tujuan dari pengancaman ini tentunya agar klien kami mengikuti kemauan oknum dosen ini. Bilamana keinginannya tidak dikabulkan maka nilai semester klien kami tidak akan dikeluarkan oleh oknum dekan ini,” ungkap Yoseph.

Yosep menceritakan, pelecehan seksual tersebut bermula dari SM yang rutin mengikuti kegiatan kemahasiswaan di Kampus Universitas Victory Sorong.

Di saat yang sama, sambung Yoseph, oknum dosen tersebut tersebut berulangkali mengajak SM untuk bermain kerumahnya di Jalan Malibela. Di Jalan Malibela itulah menurut Yoseph diduga tindakan pelecehan dan pengancaman itu terjadi.

Yoseph juga membeberkan, kasus pelecehan seksual ini sendiri diduga terjadi berulang-ulang kali dengan modus yang sama.

“Kuat dugaan kami juga sudah banyak mahasiswa Universitas Victory yang menjadi korban dari pelecehan seksual dari oknum dosen tersebut, tapi belum berani melapor. Yoseph juga tidak menutup kemungkinan adanya oknum dosen lain di Universitas Victory Sorong, yang diduga mengancam mahasiswa dengan menggunakan nilai agar dapat melakukan pelecehan seksual,” beber Yoseph.

Oleh karena itu, Yoseph meminta Sat Reskrim Polres Sorong Kota untuk memproses laporan yang pihaknya buat agar dapat menimbulkan efek jera sekaligus menjadi peringatan untuk oknum dosen lainnya yang sering melakukan tindakan pelecehan seksual di lingkungan kampus.

Menurut Yoseph, pihak kampus juga sebenarnya harus berani mengambil langkah untuk mengeluarkan oknum dosen yang melakukan pelanggaran tersebut.

“Tidak boleh ada lagi pelecehan seksual di dalam lingkungan kampus. Jangan modelan dosen seperti ini dilindungi hanya karena memiliki hubungan saudara atau kerabat dengan petinggi kampus,” tandas Yoseph.

Demo Mahasiswa

Sebelumnya diberitakan, sejumlah mahasiswa – mahasiswi Universitas Victory (Unvic) Sorong melakukan aksi demo di lingkungan kampus Unvic, Jumat (18/11/2022) sore.

Mereka menuntut agar kasus pelecehan seksual dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum dosen di kampus Unvic Sorong terhadap mahasiswinya ditindak tegas.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Muhamad Dwi Prayoga saat diwawancarai mengatakan, aksi yang dilakukan ini tujuannya adalah untuk meminta keadilan dan pertanggung jawaban dari pihak kampus dan Rektor Universitas Victory agar segera menuntaskan kasus tersebut.

“Harapan kami mahasiswa – mahasiswi yang melakukan aksi hari ini agar oknum dosen yang bersangkutan segera dikeluarkan dari kampus Universitas Victory, karena pendiri Kampus ini mendirikan kampus untuk mencerdaskan generasi Papua khususnya di Tanah Moi,” ujarnya.

Ia juga berharap, ke depannya tidak ada lagi kejadian-kejadian atau kasus serupa di dalam lingkungan kampus Universitas Victory. Ia juga minta pihak kampus untuk memberikan perlindungan terhadap mahasiswi yang menjadi korban.

“Kami minta pihak kampus Universitas Victory untuk memberikan perlindungan kepada mahasiswi, teman kami yang menjadi korban agar dibantu penyembuhannya,” ucapnya.

Tanggapan Rektor terkait Demo

Rektor Universitas Victory Sorong, Roximelsen Suripatty mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan orang-orang yang mengaku sebagai ketua BEM Universitas Victory dan yang mengaku sebagai korban pelecehan serta penganiayaan ke Polsek Sorong Timur.

“Kami laporkan atas pencemaran nama baik kampus dan UU ITE. Kenapa dua jenis pelanggaran itu, karena tidak ada pelecehan seksual di kampus ini. Kita juga akan laporkan ke Polres Sorong Kota,” kata Roximelsen di ruang kerjanya, Jumat (18/11).

Roximelsen juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melindungi dosen Kampus Victory Sorong, jika mereka terbukti melakukan tindakan kriminal yang dituduhkan.

“Kalau terbukti kita proses juga oknum dosen ini. Maka dari itu kita sudah melaporkan kasus ini kepihak yang berwajib dan kita akan melakukan pemecatan tidak hormat jika itu terbukti,” tegasnya.

Roximelsen juga mengatakan bahwa ia tidak pernah mengakui dan melantik oknum yang mengaku sebagai ketua BEM Universitas Victory Sorong ini.

“Dia bukan ketua BEM karna saya belum pernah menandatangani SKnya. Kita juga akan mengeluarkan dia dan oknum yang mengaku sebagai korban ini,” tuntas Roximelsen.

 

**


BERITA TERKAIT