Gara-gara Anak Sulit Belajar Online, Ibu Tega Memukul Bocah Kelas 1 SD itu Hingga Meninggal
SUARAINDO.ID | 15/09/2020 16:15
Gara-gara Anak Sulit Belajar Online, Ibu Tega Memukul Bocah Kelas 1 SD itu Hingga Meninggal
Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

SUARAINDO- Polres Lebak mengungkap kasus pembunuhan anak yang dilakukan oleh ibu kandung korban, Lia Handayani (26), warga Bendungan Hilir, Jakarta. Kasus penganiayaan anak hingga meninggal ini ditangani Polres Lebak, karena orang tua korban menguburkan anaknya secara diam-diam di TPU Desa Cipalabuh Kecamatan Cijaku Kabupaten Lebak.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Lebak Ajun Komisaris David Adhi Kusuma, orang tua korban yaitu Lia Handayani dan Imam Safi'e (27) melakukan penganiayaan anak karena putrinya sulit belajar online. Akibat penganiayaan itu, Keysya Safiyah (8), yang baru kelas 1 SD meninggal.

"Ibu kandungnya itu melakukan pemukulan lebih dari lima kali hingga anaknya meninggal," kata David di Lebak, Senin 14 September 2020.

Pemukulan itu terjadi karena pelaku merasa kesal melihat anaknya sulit belajar online.

David mengatakan, Lia mencubit dan memukul Keysya lebih dari lima kali menggunakan gagang sapu hingga korban terjatuh ke lantai. Melihat anak kembarnya itu tak berdaya. Lia merasa panik dan mengajak suaminya Imam Safi"e untuk pergi ke Kabupaten Lebak, Banten.

Baca juga: Polisi Periksa Kejiwaan Ibu Asal Maroko yang Bunuh Anak Kandung

Pasangan suami isteri itu membawa jasad Keysya dalam kardus menggunakan sepeda motor dari kawasan Benhil, Jakarta ke Lebak. Mereka juga membonceng adik kembar Keysya.

Setelah tiba di kampung halaman, Rabu 26 Agustus 2020, pelaku berziarah ke makam neneknya, sekaligus menguburkan anaknya secara diam-diam di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Cipalabuh Kecamatan Cijaku Kabupaten Lebak.

Pembunuhan itu terungkap karena warga setempat mencurigai kuburan itu. "Setelah dibongkar ternyata berisi jasad seorang anak yang masih mengenakan pakaian," kata  David.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui kerap melakukan penganiayaan terhadap Keysya Safiyah.

Bahkan, tim penyidik mendapat file di telpon genggam pelaku pembunuhan anak yang memperlihatkan foto korban dengan luka lebam di bagian mata dan bibir. "Pelaku kerapkali melakukan penganiayaan jika anaknya kesulitan belajar secara online," ujarnya

SUARAINDO.ID


BERITA TERKAIT