Harga Rumput Laut Anjlok, Pembudidaya Merugi
SUARAINDO.ID | 15/01/2022 00:50
Harga Rumput Laut Anjlok, Pembudidaya Merugi
Seorang ibu menjemur rumput laut di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu, 18 September 2019. Rumput laut menjadi mata penghasilan tambahan bagi warga di pulau tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

Suaraindo.id—- Lima bulan terakhir, harga rumput laut mengalami penurunan hingga lima belas persen, mengakibatkan pembudidaya rumput laut di Desa ekas Buana Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur merugi.

Untuk meminimalisir kerugian, pembudidaya rumput laut hanya mengadnalkan panen rumput laut liar pada saat air laur surut.

Sahnam, salah seorang Pembudidaya rumput laut Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur menjelaskan, harga rumput laut kering saat ini Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per kilogram.

Harga ini sudah dialami oleh pembudidaya sejak lima bulan terakhir. Sebelumnya harga mencapai Rp10 ribu perkilogram.

Menurut sahnam, turunnya harga rumput laut kering ini, dikarenakan kualitas rumput laut mulai kurang baik karena faktor cuaca yang buruk.

Dikatakan, beberapa masyarakat nekad melakukan budidaya, namun tidak banyak menghasilkan karena rusak akibat cauaca. Sehingga masyarakat lebih memilih mencari rumput laut liar yang banyak ditemui pada saat air laut surut.

Pada saat air laut surut, bisa mencapai 200 meter dari tepi pantai. Sehingga mempermudah masyarakat melakukan panen hingga ketengah. Selain itu, waktu juga tidak banyak hingga berkisar lima belas menit pada pukul 05.00 pagi.

Masyarakat berharap, agar pemerintah memiliki upaya untuk mengembalikan harga rumput laut agar bisa normal kembali seperti sebelumnya.

Sebelumna, dari rumput laut kering masyarakat bisa mengantongi uang hingga Rp3 juta lebih perbulan. Sementara saat ini, paling tinggi masyarakat mengumpulkan rumput laut kering 300 kilogram perbulan yang dihargai Rp1,5 juta.

suaraindo.id


BERITA TERKAIT