Eskavasi Candi Adan-Adan Tuntas, Diduga Terbesar di Jawa Timur
BACAINI.ID | 19/06/2021 19:01
Eskavasi Candi Adan-Adan Tuntas, Diduga Terbesar di Jawa Timur
Relief candi Borobudur bersifat narasi dan dekoratif. TEMPO/Shinta Maharani

Bacaini.id, KEDIRI – Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) menduga candi Adan-Adan yang ditemukan di Kediri merupakan terbesar di Jawa Timur. Dalam eskavasi kelima ini ditemukan stupa berbentuk hexagonal dan dua buah gentong air.

Ketua Tim Puslitarkenas, Sukawati Susetyo mengatakan eskavasi yang dilakukan ini untuk memastikan kondisi bangunan Candi Adan-Adan yang diperkirakan peninggalan Kerajaan Kediri sekitar abad 12.

“Bangunan Candi Adan-Adan kita perkirakan luasan candi induknya saja sekitar lebih dari 700 meter persegi. Temuan terakhir eskavasi kelima adanya gentong air besar kita asumsikan bahwa dulunya ada pemukiman,” kata Sukawati di lokasi eskavasi Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Senin 14 Juni 2021.

Keberadaan pemukiman ini ditandai dengan ditemukannya gentong besar wadah air minum yang berjarak 250 meter dari lokasi candi. Ditemukan pula keramik dan batu picisan. Sedangkan penemuan dua buah batu hexagonal menjadi penanda simbol agama Budha.

Sukawati menambahkan penemuan arca Bodisatwa di tempat itu mempertegas bahwa Candi Adan-Adan memiliki kaitan dengan Candi Borobudur yang ada di Magelang Jawa Tengah. Keduanya sama-sama memiliki kepercayaan aliran Budha Mahayana.

“Tujuan eskavasi tahap lima ini untuk memperjelas bentuk candi dan mencari denah. Kita sudah menemukan sudut dari sisi barat daya dan akan kita tarik lagi garisnya ke arah timur untuk menemukan panjang sisi selatan yang belum ditemukan sudutnya,” papar Sukawati.

Eskavasi candi Adan-Adan ini merupakan lanjutan dari proses yang sempat terhenti akhir tahun 2020 lalu. Eskavasi ini sudah dilakukan sejak tahun 2019 diawali dengan ditemukannya salah satu sudut.

Kemudian dibuka dan digali sedalam 10 meter ditemukan bangunan bata. Setelah digali lebih dalam hingga kedalaman 3,2 meter lapisan-lapisan bangunan bata semakin terlihat. Untuk memastikan, tim esvakasi menggali tempat lain dan membuat kotak-kotak yang dekat dengan lokasi galian sebelumnya.

“Kita membuat kotak-kotak di dekat lokasi temuan awal, kita gali lagi sekitar 1,8 meter ditemukan lagi batu bata yang mengarah ke utara dan selatan. Yang muncul itu awalnya batu andesit berbentuk lingkaran, kita gali lagi karena tanahnya agak keras dan berwarna kuning loyang,” jelasnya.

Jika dirangkum, menurut hasil penelitian pada tahun 2016 sampai 2019, ukuran Candi Adan-Adan termasuk candi terbesar di Jawa Timur yang berasal pada masa Kerajaan Kadiri. Untuk memastikan periode bangunan Candi Adan-Adan, Tim Puslitarkenas akan melakukan pemeriksaan melalui karbon dating dari bahan struktur dan deretan batu bata.

“Diperkirakan candi Adan-Adan menghadap ke tenggara, jadi ke arah Gunung Kelud. Dugaan sementara dulu bangunannya runtuh akibat bencana alam,” tutup Sukawati.

bacaini.id


BERITA TERKAIT