Ribuan TKI Pulang Kampung, Pemkab Bangkalan ‘Pusing’
BACAINI.ID | 16/09/2021 08:11
Ribuan TKI Pulang Kampung, Pemkab Bangkalan ‘Pusing’
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan rapid tes antigen Covid-19 di Pos Penyekatan Raya Parung Ciputat, selama Operasi Ketupat, Selasa 18 Mei 2021. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan Operasi Ketupat dalam penanganan Covid-19 di masa libur Lebaran diperpanjang hingga 24 Mei 2021 mendatang. Sebanyak 14 titik penyekatan tersebar di Jabodetabek dilakukan sebagai upaya untuk mencegah potensi klaster baru dari arus balik libur lebaran. Pemudik yang tidak membawa keterangan bebas Covid-19 akan menjalani swab test antigen di titik penyekatan tersebut. TEMPO/Nurdiansah
 

Bacaini.id, BANGKALAN – Ribuan pekerja migran Indonesia atau TKI asal Bangkalan ramai-ramai pulang kampung. Pemerintah daerah setempat kelabakan menyiapkan tempat karantina untuk mencegah penularan Covid 19.

Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Bangkalan menyebut jumlah pekerja migran yang masuk Bangkalan hingga saat ini mencapai 1.571 orang. Sementara tempat isolasi yang tersedia di gedung Balai Diklat dan Balai Latihan Kerja memiliki kapasitas 124 tempat tidur.

“Kita harus mengantisipasi (lonjakan kedatangan PMI) dengan mencari tempat yang sekiranya bisa dijadikan tempat isoter,” kata Satgas Covid 19 Kabupaten Bangkalan Dandim 0829 Letkol Inf Syarifuddin Liwang kepada Bacaini.id, Kamis, 16 September 2021.

Sesuai peraturan pemerintah Provinsi Jawa Timur, PMI harus dikarantina selama tiga hari di asrama haji Surabaya. Kemudian lima hari isolasi di daerah masing-masing.

Sebelumnya tempat isoter yang dimiliki Pemkab Bangkalan memanfaatkan gedung sekolah. Namun sejak pembelajaran tatap muka dimulai tempat tersebut tak lagi bisa digunakan.

Liwang mengatakan ada beberapa tempat alternatif yang bisa digunakan sebagai tempat isolasi, seperti gedung Ratoh Ebuh. Jika nantinya ada pasien terkonfirmasi positif akan langsung dibawa ke rumah sakit lapangan di BPWS atau Compok Sehat di Kecamatan Geger.

“Secepatnya kita realisasikan, gedung Rato Ebuh sudah kami cek dan bisa digunakan ketika gedung Balai Diklat dan BLK sudah tidak mampu menampung,” katanya.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron meminta semua lapisan masyarakat mengikuti aturan yang berlaku, khususnya para pekerja migran yang datang ke Bangkalan.

Peraturan isolasi dikecualikan bagi yang memiliki kebutuhan khusus seperti sakit berdasarkan keterangan petugas medis, keluarga meninggal dunia, atau keperluan mendesak lainnya dengan menyertakan persetujuan keluarga, kepala desa, camat, polsek dan Danramil setempat.

“Kami bukan menghalangi masyarakat untuk berkumpul dengan keluarganya, tapi ini demi kebaikan kita bersama,” kata Ra Latif.

Penulis: Rusdi
Editor: HTW

Tonton video:

The post Ribuan TKI Pulang Kampung, Pemkab Bangkalan ‘Pusing’ appeared first on Bacaini.id.


BERITA TERKAIT