Tak Punya Gereja, Umat Katolik di Bulukumba Juga Dihalangi Rayakan Natal di Rumah
KABARMAKASSAR.COM | 26/12/2019 08:30
Tak Punya Gereja, Umat Katolik di Bulukumba Juga Dihalangi Rayakan Natal di Rumah
Polres Bulukumba dan pihak Kodim 1411 dan pemda Bulukumba melakukan koordinasi pasca pelarangan umat katolik dilarang beribadah saat perayaan natal, Selasa (24/12).

KabarMakassar.com -- Perayaan natal umat katolik di Bulukumba mendapatkan larangan dari warga, saat umat katolik hendak merayakan malam natal di salahsatu rumah warga di jalan Wahidin Sudirhusodo, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Dikabarkan beberapa waktu lalu, ada sekelompok orang melarang kegiatan bagi umat katolik merayakan natal dan bahkan melarang untuk menjalankan ibadah natal di sebuah rumah yang dijadikan tempat ibadah di wilayah Kota Bulukumba.

BACA: Jumlah Pemudik Natal dan Tahun Baru di Sulsel Alami Penurunan

Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan, yang didampingi Dandim 1411 Letkol Arm Joko Triyanto, saat dijumpai mengaku, telah mengantongi nama terduga, beserta beberapa screenshoot status terduga di Media sosial (Medsos).

"Bersama Wakil Bupati Bulukumba Tommy Satria siang kemarin, kita telusuri provokator tersebut," ujar Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan.

"Terduga pelaku atas nama berinisial H, kita sudah panggil dan dimintai keterangannya pada 26 Desember 2019 mendatang, tidak menutup kemungkinan dalam proses penyelidikan, ada terduga lainnya," ujar mantan kapolres selayar ini

AKBP Syamsu Ridwan menambahkan akan terus menelusuri kasus ini, dan menggali penyelidikan mendalam.

Sebelumnya diketahui jika umat Katolik di Bulukumba tak memiliki tempat ibadah atau Gereja sehingga beredar informasi jika warga melarang ibadah di salahsatu tempat atau rumah warga di Bulukumba.

Dikabarkan jika umat Katolik tahun ini, tak merayakan natal di Kabupaten Bulukumba. Hal itu di benarkan oleh Ketua Panitia Natal Jemaat Katolik Bulukumba, Antony Chusmond.

"Tidak dapat persetujuan warga, jadi batal Natalnya," singkat Antony.

Batalnya perayaan Natal bersama jemaat Katolik Bulukumba, setelah warga di sekitar tempat ibadah sementara mereka, di Jl Wahidin Sudirohosodo, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, tak memberikan persetujuan.

Dikabarkan setelah kejadian tersebut Wakil Bupati Tommy Satria memberikan ruang atau tempat bagi umat Katolik yang bakal merayakan natal pada 25 Desember 2019. Dimana ada dua opsi tempat yang diberikan pada natal yakni di Gedung PKK atau di ruang pola Kantor Bupati Bulukumba.

Antony Chusmond, yang dimintai mengaku berterima kasih dengan adanya dua opsi tersebut. Hanya saja, pihaknya tetap tidak bisa melakukan Natal bersama karena berbagai alasan.

"Jadi, tahun ini umat Katolik Bulukumba tak merayakan Natal bersama. Kecuali kalau ditempat pastoran kami bisa, karena aksesoris dan pernak-pernik natal ada disana," jelas Antony.

Waktu yang tersisa untuk perayaan Natal tahun ini, kata dia, sudah sangat mepet. Belum lagi jika kembali akan melakukan pemindahan seluruh pernak pernik yang ada.

Sementara itu Wabup Bulukumba Tommy Satria menjelaskan jika pada dasarnya umat kristiani menjalankan natal dengan damai. Umat kristiani Kristen Protestan telah menjalankan ibada dengan aman, dimana Gereja Protestan memang ada sejak dahulu.

Sementara hanya gereja Katolik yang tak memiliki tempat ibadah atau Gereja, sehingga izin untuk ibadah mereka tak diberikan dan tak mendapat persetujuan warga.

BACA: Pertamina Jamin Stok BBM saat Libur Natal dan Tahun Baru

"Tidak ada itu pelarangan Natal di Bulukumba. Buktinya umat Kristen Protestan tetap merayakan Natal di Gerejanya. Cuma, umat Kristen Katolik yang belum mempunyai gereja kita fasilitasi di Gedung PKK atau Ruang Pola Kantor Bupati agar tidak terjadi gejolak sama seperti tahun 2018 kemarin,” paparnya.

Lanjut Tommy jika penyiapan tempat untuk perayaan Natal untuk umat Katolik setelah dialog dengan forum antar umat beragama di Kabupaten Bulukumba. Penulis : Fitriani Lestari

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT