Penampakan Kuburan Terbuka Akibat Abrasi di Pantai Sampulungan, Kain Kafan Pun Terhampar
KABARMAKASSAR.COM | 17/01/2020 14:45
Penampakan Kuburan Terbuka Akibat Abrasi di Pantai Sampulungan, Kain Kafan Pun Terhampar

KabarMakassar.com — Sejumlah kubur yang terletak di bibir pantai Sampulungan, Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan rusak akibat hantaman ombak.

Sepanjang lima meter kuburan tersebut terkikis akibat ombak laut di pantai Sampulungan tersebut. Bahkan rusaknya kuburan tersebut membuat kain kafan jenasah nampak keluar dari lubang kubur.

BACA: Takut-Takuti Warga Ternyata Pocong di Gowa Lebih Takut Polisi

Pantauan KabarMakassar.com di lokasi, jika dua tahun lalu kuburan tersebut bersama tiga rumah terdampak abrasi. Bahkan 3 kepala keluarga di wilayah tersebut mengungsi. Namun sayang saat di lokasi belum juga nampak perbaikan, atau dibuatkan tanggul di lokasi tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Sampulung, Rustam Muamg ditemui mengatakan, jika upaya Pemerintah Desa membuat tanggul seadanya, namun hanya untuk di beberapa bagian saja. Hal tersebut warga masih kekurangan karung untuk membuat tanggul sederhana, dengan cara mengisi pasir di dalam karung untuk menahan ombak.

“Benar jika ada lima kubur yang rusak, terkikis air laut. Sementara kami ingin membuat tanggul warga kekurangan karung, kita juga butuh bantuan pemerintah untuk menyiapkan karung yang bakal diisi pasir, untuk dijadikan tanggul sementara, karena area bibir pantai ini luas,” ujar Kepala Desa Sampulung, Rustam Muamg, Kamis (16/1/2020).

Ia juga menambahkan jika ada Desa Sampulungan Caddi dan Sampulungan Lompo yang panjangnya 500 meter yang bakal dibuatkan tanggul, namun warga kekurangan karung untuk membuat tanggul sederhana tersebut.

“Kita pemerintah desa sudah berupaya membuat tanggul sederhana, namun kami terkendala dana untuk membeli karung dengan jumlah banyak menahan derasnya ombak, kita butuh ini untuk panjang 500 meter di bibir pantai,” ujarnya.

Warga di bibir pantai Sampulungan yang masih bertahan di lokasi tersebut, kini membuat tanggul dengan bergotong royong mengisi karung dengan pasir.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT