Penyebab Serangan Kupu-kupu Putih ke Warga Pinrang
KABARMAKASSAR.COM | 10/03/2020 14:21
Penyebab Serangan Kupu-kupu Putih ke Warga Pinrang

KabarMakassar.com — Warga di Kabupaten Pinrang mengeluhkan “serangan” kawanan kupu-kupu putih berserbuk yang terjadi setiap kali musim panen padi.

Kupu-kupu putih ini biasanya mulai bermunculan di waktu petang dan terbang berkerumun mengikuti sumber cahaya lampu di malam hari, termasuk lampu kendaraan di jalan raya. Jika terkena kulit, dampaknya menyebabkan memar dan gata-gatal.

Warga berharap, kondisi ini bisa segera direspon pemerintah setempat melalui instansi terkait dengan melakukan upaya pembasmian terhadap kupu-kupu putih tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Andi Tjalo Kerrang mengatakan, kupu-kupu putih tersebut adalah hama pengganggu tanaman padi atau biasa disebut dengan hama penggerek batang yang muncul saat menjelang musim panen.

Menurut Andi Tjalo, sebenarnya hama itu bisa dihindari dengan mengatur jadwal tanam. Hanya saja yang menjadi kendala, kata dia, terkadang petani tidak mematuhi jadwal tanam yang sudah disepakati melalui musyawarah di tiap kecamatan.

“Hama kupu-kupu itu sebenarnya bisa dihindari melalui jadwal tanam yang sudah disepakati. Tapi terkadang petani tidak turun sawah sesuai jadwal yang sudah kami atur melalui hasil Tudang Sipulung (musyawarah) di tiap kecamatan. Mungkin karena faktor air dan terbatasnya traktor, makanya dia (petani) tidak turun sesuai jadwal,” kata Andi Tjalo, Senin (9/3).

Selian itu, lanjut Andi Tjhalo, untuk mengantisipasi tumbuh pesatnya hama penggerek batang tersebut, petani harus terus memantau perkembangan hama itu dengan cara penyemprotan menggunakan racun saat telurnya mulai menetas.

“Cara lain, petani harus jeli melihat dan memantau perkembangan hama itu. Biasanya, hama itu bertelur di daun padi. Kalau telurnya sudah menetas, baru disemprot pakai racun. Kalau tidak, hama itu turun ke batang. Nah disitu dia merusah batang padi,” jelasnya.

Sebelumnya dikabarkan, sejumlah areal persawahan di Kabupaten Pinrang memasuki masa panen. Seperti biasanya, setiap musim panen, warga Pinrang selalu “diserang” dengan kawanan kupu-kupu putih berserbuk yang mulai bermunculan di waktu petang dan terbang berkerumun mengikuti sumber cahaya lampu di malam hari, termasuk lampu kendaraan di jalan raya. Jika terkena kulit, dampaknya menyebabkan memar dan gata-gatal.

Untuk menghindari serangan kupu-kupu putih ini, sejumlah warga memilih untuk tidak menghidupkan lampu di teras rumahnya. “Serbuk yang dikeluarkan kupu-kupu ini bila terkena kulit membuat kulit kami gatal-gatal. Ini sangat mengganggu warga,” kata Jaenab, salah seorang warga Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Ahad (8/3) sore.

“Apalagi rumah kami dekat dari persawahan. Kalau lampu dinyalakan, pasti banyak sekali yang menempel disitu. Agar tidak didatangi (kupu-kupu), saya memilih mematikan lampu di teras rumah,” ujarnya.

Jaenab berharap, kondisi ini bisa segera direspon pemerintah setempat. Paling tidak, kata dia, ada upaya yang dilakukan seperti melakukan pembasmian terhadap kupu-kupu yang diyakini menjadi penyebab penyakit gatal-gatal tersebut. “Semoga ada tindak lanjut dari pemerintah. Apalagi kupu-kupu yang datang semakin lama semakin bertambah banyak,” ujarnya.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT