Jumlah Pasien Positif Corona di Sulsel Lampaui Jateng, Terbanyak di Luar Jawa
KABARMAKASSAR.COM | 13/04/2020 12:10
Jumlah Pasien Positif Corona di Sulsel Lampaui Jateng, Terbanyak di Luar Jawa
Nurdin Abdullah (kanan) dan Andi Sudirman Sulaiman (kiri) seusai dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 5 September 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

KabarMakassar.com — Kementerian Kesehatan merilis update jumlah kasus Covid-19 di Indonesia perhari Jumat (10/4) pukul 12.00 WIB. Berdasarkan data tersebut, khusus di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ada penambahan sebanyak 29 pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Secara akumulasi jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel sudah sebanyak 167 orang.

Jumlah total kasus positif Covid-19 di Sulsel ini sudah melampaui jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) yang sampai hari ini tercatat sebanyak 144 kasus.

Saat ini Sulsel berada di urutan ke-5 dari total 34 provinsi di Indonesia, dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak. Di atas Sulsel ada DKI Jakarta (1.753 kasus), Jawab Barat (388 kasus), Jawa Timur (256 kasus), dan Banten (243 kasus).


Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, secara nasional, hari ini terjadi penambahan sebanyak 219 kasus positif. Dengan begitu, secara kumulatif jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah sebanyak 3.512 kasus.

“Terjadi penambahan 219 kasus baru. Ini adalah diperkirakan infeksinya di 5-6 hari lalu,” kata Yurianto saat menyampaikan keterangan pers di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (10/4).

“Untuk pasien meninggal ada penambahan 26 orang, sehingga totalnya 306 orang. Sementara jumlah pasien yang sembuh bertambah 30 orang, sehingga totalnya menjadi 282 orang,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Sulsel, Selle KS Dalle mendesak Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengambil langkah tegas, cepat dan tepat, dalam menangani penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. Salah satunya dengan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kondisi Sulsel saat ini patut dicemaskan. Kita zona merah pertama di luar Pulau Jawa. Ada tiga daerah yang jumlah kasusnya tinggi. Makassar yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Sulsel, kemudian Gowa dan Maros. Daerah yang lain juga perlu diwanti-wanti, karena ada perkembangan signifikan di Sidrap, dan beberapa daerah lainnya,” kata Selle, Kamis (9/4).

“Kebijakan yang cepat dan tepat harus diambil agar kondisi ini tidak menyebar ke daerah. Kecepatan penanganannya butuh ditambah, harus full speed, khususnya di Makassar, Gowa dan Maros,” sambungnya.

Bahwa hal tersebut (pemberlakukan PSBB) butuh kajian dan diskusi yang komprehensif, Selle mengaku setuju dengan hal tersebut. Hanya saja, ia mengingatkan agar jangan terlalu lama.

“Saat ini kita berpacu dengan penyebaran virus. Jangan ragu mengambil sikap tegas, karena jangan sampai kehilangan momentum. Kalau terlambat, sikap tegas itu tidak ada gunanya. Kalau dari sisi anggaran, jangan terlalu berpikir. Tidak boleh kita berhitung uang ketika kita berbicara nyawa. Ini darurat kesehatan,” tegasnya.

Selle meyakini, persoalan anggaran tidak akan menjadi soal, sepanjang Pemprov Sulsel melakukan komunikasi secara baik dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat.

“Kita siap membackup segala kebijakan yang diambil kepala daerah. Bahkan diskresi sekalipun kalauitu dibutuhkan, kita akan backup. Mumpung kondisi sosial kita belum terlalu parah, ini momen tepat pemerintah mengambil langkah tegas,” pungkasnya.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT