Ambulans Laut Bawa 22 Tenaga Medis Alami Kebocoran Sebelum Tenggelam Sekitar Pulau Bone Tambu
KABARMAKASSAR.COM | 12/11/2020 15:15
Ambulans Laut Bawa 22 Tenaga Medis Alami Kebocoran  Sebelum Tenggelam Sekitar Pulau Bone Tambu

KabarMakassar.com -- Ambulans Laut yang ditumpangi rombongan tenaga medis mengalami kebocoran saat hendak pulang dari pelaksanaan Bakti Sosial di pulau Lanjukkang dan akan kembali ke kota Makassar pada Rabu (11/11) malam.

Diketahui, sebanyak 22 Orang rombongan Tenaga Medis yang terdiri dari tenaga kesehatan, dokter spesial, perawat, apoteker dan ABKnya mengalami kebocoran di sekitar pulau Bone Tambu, beruntung kapal sempat mendekati pantai sebelum akhirnya karam.

Kepala Basarnas Makassar, Mustari mengungkapakan usai menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Lantamal VI Makassar untuk proses bantuan evakuasi.

"Kami menerima informasi, rombongan Tenaga Medis yang melakukan Bakti Sosial mengalami kecelakaan kapal saat hendak pulang dari pulau Lanjukkang, posisi berada di pulau Bone Tambu," ungkapnya.

Mustari menyampaikan, bahwa proses evakuasi dilakukan bersama TNI Angkatan Laut dengan menggunakan kapal milik Lantamal VI Makassar, KAL Mamuju.

"Proses evakuasi alhamdulillah berjalan baik meskipun ada kendala karena air surut dan menyebabkan KAL Mamuju harus memutar untuk menghindari karang," katanya.

Basarnas Makassar bersyukur evakuasi berjalan baik dan seluruh korban tiba dengan selamat di Dermaga Layang Lantamal VI Makassar pada Kamis, (12/11) dini hari.

"Alhamdulillah, seluruh korban berhasil kita evakuasi dan sandar pukul 01.28 Wita (Kamis) di dermaga milik Lantamal VI Makassar," jelasnya.

Mustari mengingatkan kepada masyarakat di dalam kondisi cuaca saat ini diharapkan mempersiapkan segala sesuatunya saat melakukan perjalanan, utamanya lalu linta laut guna meningkatkan keselamatan masyarakat.

"Dari kejadian ini, kami berharap kepada masyarakat yang hendak berkatifitas betul-betul mengecek kesiapan alat transportasinya, utamanya lalu lintas laut, karena kita sedang memasuki musim cuaca ekstrem," kata Mustari.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT