Belajar Daring di Masa Pandemi Covid-19 Bikin Penjualan Seragam Sekolah Anjlok
KABARMAKASSAR.COM | 21/01/2021 12:10
Belajar Daring di Masa Pandemi Covid-19 Bikin Penjualan Seragam Sekolah Anjlok
Tumpukan dagangan seragam sekolah yang tak terjual (Foto: Nasrullah Patha)

KabarMakassar.com - Para pedagang seragam sekolah di Pasar Karisa, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto mengeluh akibat menurunnya pendapatan sebagai imbas dari diperpanjangnya sistem belajar secara daring.

Hal ini dikeluhka oleh salah satu pedagang Rahmi (32). Ia mengatakan biasanya menjelang awal semester baru, toko seragam sekolah miliknya selalu ramai, namun saat ini penjualan seragamnya lesu bahkan omset yang diterimanya menurun hingga 50 persen.

"Penjualan seragam sekolah saat ini berbeda dengan sebelumnya diakibatkan faktor Covid-19, sekarang masa pandemi, apalagi siswa saat ini belajar daring. Tentunya penjualan kami berkurang," ujarnya saat ditemui KabarMakassar.com di Pasar Karisa, Rabu, (20/1).

Akibatnya, seragam jualannya hanya menjadi pajangan di tokonya.

"Gara gara faktor pandemi Covid-19 penjualan seragam kami tidak laku, sehingga membuat seragam sekolah yang kami jual hanya sebatas pajangan ditoko kami," terangnya.

Meski demikian, Rahmi menuturkan ia masih bisa bertahan sampai saat ini karena tidak hanya menjual seragam sekolah.

"Iya selain toko kami menjual baju seragam yang belum laku,toko kami juga menjual barang lain seperti masker kain, dikala pandemi seperti ini lumayan laku di pasaran,"ujarnya.

Rahmi pun berharap agar pandemi ini lekas berakhir dan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka kembali dibuka.

Sementara itu, Andi Kumala Sari yang merupakan siswi SMP di Jeneponto mengakui hal tersebut. Ia mengaku sejak belajar daring dilakukan, seraga, sekolah miliknya tetap awet.

"Awet, jadi tidak beli seragam, namanya juga daring, kotor saja jarang," terangnya.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT