Pengecer Pupuk di Jeneponto Meninggal di Kantor Desa Karena Tak Kuat Dicecar Soal Kelangkaan Pupuk
KABARMAKASSAR.COM | 09/02/2021 10:30
Pengecer Pupuk di Jeneponto Meninggal di Kantor Desa Karena Tak Kuat Dicecar Soal Kelangkaan Pupuk
Suasana Kantor Desa Bulusibatang, Jeneponto saat rapat kelangkaan pupuk bersubsidi berlangsung

KabarMakassar.com - Seorang pengecer pupuk asal Jeneponto, Sulawesi Selatan dinyatakan meninggal dunia saat dicecar pertanyaan bertubi-tubi dari panelis. Hal itu berlangsung Kamis (4/2) pada rapat koordinasi membahas masalah kelangkaan pupuk.

Diketahui korban meninggal bernama H. Kasim salah satu pengecer yang beralamat di Desa Bulu Sibatang.

Peristiwa itu dibenarkan Kabag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul Regama. Ia mengatakan, H.Kasim meninggal di Kantor Desa Bulusitabang.

" Almarhum meninggal dunia saat acara rapat kelangkaan pupuk di Kantor Desa Bulusibatang,"ujar AKP Syahrul.

Syahrul pun menceritakan kronologi meninggalnya H. Kasim, semua berawal saat  almarhum diundang ke Kantor Desa Bulu Sibatang untuk membahas kelangkaan pupuk. 

Namun ketika ia dicecar beberapa pertanyaan dalam sesi tanya jawab, korban pun langsung terjatuh di kursi yang ia tempati.

"Awalnya rapat berjalan normal, dari sesi pertama hingga sesi tanya jawab ketiga. Namun memasuki sesi tanya selanjutnya, korban tiba tiba terjatuh dari kursinya hingga tak sadarkan diri," jelasnya.

Ia melanjutkan, ketika korban terjatuh dan tak sadarkan diri, ia dirujuk ke Puskesmas setempat, namun dalam perjalanan korban pun menghembuskan nafas terakhirnya.

"Sesaat korban tak sadarkan diri, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Bulusibatang guna dilakukan pertolongan pertama, namun dalam perjalanan tepatnya di kampung Cabiri, korban meninggal dunia," pungkasnya.

Ia menambahkan dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh beberapa tamu undangan.Yakni Anggota Dewan Hartono, dari Kantor Dinas pertanian,  Kepala Desa Bulusibatang serta ketua BPD Desa Bulusibatang serta para anggota kelompok tani," tutupnya.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT